dampak dari mythomania.|Unsplash.com
Dampak dari mythomania.|Unsplash.com

Apa Saja Dampak dari Mythomania?

Diposting pada

Mythomania merupakan suatu kondisi ketika orang-orang mengalami kecanduan untuk berbohong. Mythomania ini berbeda dengan berbohong biasa. Karena mythomania seringkali melakukan kebohongan tanpa adanya suatu alasan atau motif yang jelas. Tentunya, terdapat dampak dari mythomania yang akan sangat berpengaruh terhadap para pengidapnya.

Perbedaan mendasar antara mythomania dan berbohong biasa adalah pada frekuensinya. Orang-orang yang berbohong biasa, hanya melakukan kebohongan dalam suatu keadaan tertentu. Misalnya, ketika sedang membela diri atau menghindari hukuman. Sedangkan orang-orang dengan mythomania sering melakukan kebohongan, atau bahkan setiap waktu.

Dampak dari Mythomania yang Perlu Diwaspadai

Dampak dari mythomania.|Unsplash.com
Dampak dari mythomania.|Unsplash.com

Kondisi mythomania ini tidak dapat dibiarkan dalam jangka waktu panjang. Jika sudah menyadari bahwa teman atau kerabat mengalami mythomania, maka sebaiknya segera konsultasi dengan psikolog. Karena dampaknya pun akan cukup bahaya untuk jangka waktu panjang. Kenalilah beberapa dampak yang disebabkan mythomania di bawah ini!

1.      Mengalami Gangguan pada Kesehatan

Dampak pertama adalah dapat mengganggu terhadap kesehatan tubuh dan mental. Dalam beberapa waktu, mungkin saja para pengidap mythomania akan merasa stres karena terlalu sering berbohong. Atau, bisa jadi mengalami stres karena terus memikirkan alur kebohongan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Stres ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Baca Ini Juga  Download Higgs Domino RP Versi Lama Apk 6.4

Apabila mengalami stress dalam jangka waktu panjang, maka tubuh akan mudah terserang penyakit. Pertahanan tubuh pun akan semakin menurun jika mengalami stress. Semakin sering berbohong, maka stres pun akan meningkat. Itulah mengapa, sebaiknya kecanduan berbohong atau mythomania harus segera disembuhkan dan dikonsultasikan ke psikiater atau psikolog.

2.      Kurang Bahagia dalam Menjalankan Kehidupan

Dampak dari mythomania kedua adalah menjadi kurang bahagia untuk menjalankan kehidupan. Orang-orang mythomania cenderung tidak bahagia dalam hidupnya. Karena terlalu sering berbohong kepada orang lain mengenai dirinya. Sebenarnya, secara tidak langsung para pengidap mythomania pun ternyata memang tengah berbohong kepada dirinya sendiri.

Tentunya, mythomania akan selalu berusaha menceritakan dan memikirkan kebohongan lainnya. Agar kebohongannya tidak diketahui oleh orang lain. Dengan seperti itu, mythomania akan selalu tidak tenang dalam menjalankan kehidupannya. Karena hanya berkutat dengan isi pemikirannya sendiri terkait rencana kebohongan yang akan dilakukan di kemudian hari.

3.      Berpotensi Mengalami Kehancuran dalam Hubungan Bersama Orang lain

Para pengidap mythomania pun memiliki kemungkinan untuk tidak berhubungan baik dengan orang lain. Terlebih jika kebohongannya ini sudah diketahui oleh orang lain. Tentunya, tidak ada orang yang mau berteman dengan para pembohong. Oleh sebab itu, orang-orang mythomania terancam tidak memiliki teman dalam hidupnya. Karena kebohongannya sendiri.

Baca Ini Juga  Menu Nasi Kotak Harga 10000 Surabaya

Selain itu, orang-orang cenderung kurang mau untuk tetap berhubungan dengan para pembohong. Apabila terus menerus berbohong, maka dikhawatirkan tidak mendapatkan teman. Hal tersebut tentunya akan cukup berbahaya. Karena orang-orang mythomania kemungkinan jarang memiliki teman dalam kehidupannya.

4.      Tidak Memiliki Jati Diri

Dampak terakhir adalah tidak memiliki jati diri. Orang-orang mythomania akan selalu berbohong tentang dirinya dan kehidupannya. Dengan kata lain, orang-orang mythomania kurang memiliki pendirian yang teguh. Pengidap mythomania akan selalu membuat cerita baru terkait dirinya, agar mendapat perhatian dari orang lain.

Dengan begitu, orang-orang mythomania ini cenderung tidak memiliki jati diri. Karena terus menerus menciptakan kepribadian baru di hadapan orang lain. Apabila dibiarkan, bisa jadi mengalami krisis identitas dalam dirinya sendiri.

Dampak dari mythomania ini ternyata cukup berbahaya, terlebih jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang. Dengan melihat dampak tersebut, maka sebaiknya orang-orang pengidap mythomania segera ditangani oleh profesional. Misalnya seperti psikolog atau psikiater.