Dampak perselingkuhan.| Unsplash.com
Dampak perselingkuhan.| Unsplash.com

Apa Saja Dampak dari Perselingkuhan?

Diposting pada

Menjalin hubungan dengan orang yang dicintai merupakan impian setiap orang. Terutama hubungan pernikahan yang mengikat dua orang saling mencintai. Namun, perjalanan hubungan kerap menemukan permasalahan seperti hadirnya orang baru yang memicu perselingkuhan. Tentunya dampak dari perselingkuhan akibat orang baru ini cukup besar dan berbahaya.

Perselingkuhan terjadi dalam hubungan pacaran ataupun pernikahan. Aktivitas selingkuh menimbulkan berbagai konflik sampai berakibat fatal, yaitu hancurnya suatu hubungan. Pasalnya, aktivitas selingkuh ini dilakukan secara diam-diam di belakang pasangan. Sehingga menimbulkan rasa dikhianati oleh pasangan menjadi penyebab rusaknya suatu hubungan. Tentunya untuk menghadapi pasangan yang berselingkuh kamu haruslah tetap tenang sehingga dapat berpikir dengan jernih.

Pengertian Perselingkuhan

Dampak perselingkuhan.| Unsplash.com
Dampak perselingkuhan.| Unsplash.com

Seperti yang diketahui, dampak dari perselingkuhan berpengaruh terhadap suatu hubungan. Menurut KBBI, selingkuh didefinisikan sebagai aktivitas menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan pribadi dan menyangkut perilaku berbohong serta curang. Perselingkuhan juga dapat dibedakan sesuai dengan pengelompokan jenis.

1.      Secara Nyata Melalui Fisik

Perselingkuhan nyata merupakan aktivitas yang terjadi melalui sentuhan secara fisik. Sentuhan secara fisik ini dapat berupa berpegangan, pelukan, ataupun hubungan intim dengan orang lain. Dampak dari perselingkuhan jenis ini dapat menyakiti perasaan pasangan secara langsung. Pasalnya kekurangan aktivitas seksual menjadi alasan perselingkuhan fisik.

Nafsu yang cenderung tinggi mendorong seseorang merasakan bahwa kebutuhan seksualnya kurang terpenuhi. Selain itu, waktu bersama pasangan yang kurang pun dapat memicu terjadinya perselingkuhan ini. Namun, rasa bosan dan hilangnya kenyamanan juga menjadi penyebab utama pasangan selingkuh dengan lawan jenis yang berpenampilan lebih menarik.

2.      Sekedar Fantasi

Perselingkuhan melalui fantasi merupakan tipe yang timbul dari sekedar mengagumi orang lain dari jarak jauh. Artinya tidak ada keinginan untuk melanjutkan perasaan ke jenjang hubungan. Namun, ketertarikan terhadap orang lain ini dapat menimbulkan perselingkuhan apabila fantasi itu menjadi nyata berawal dari perkataan sederhana ataupun menggoda.

Perselingkuhan jenis ini dapat dilakukan melalui pesan yang dikirimkan. Pesan berisi rayuan dan pembahasan seksual bersama lawan jenis termasuk perselingkuhan fantasi. Pasalnya tidak dilakukan pertemuan secara langsung hanya melalui obrolan via online selama mengandung pesan seksual seperti mengirim gambar yang menimbulkan hawa nafsu.

3.      Perselingkuhan Emosional

Pendekatan dengan orang lain dapat dilakukan secara emosional kepada lawan jenis. Adapun salah satu jenis selingkuh yaitu emosional artinya melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan. Perasaan emosional ini memicu keinginan untuk mencari pelampiasan akibat dari permasalahan dengan hubungan sah apabila lebih mementingkan perasaan diri sendiri.

Rasa emosi yang berlebihan menimbulkan pertengkaran dengan meninggikan ego. Tidak ingin mengalah dan mengakui kesalahan menjadi penyebab keretakan hubungan. Dalam menjaga keutuhan ikatan sebaiknya didasari dengan rasa percaya dan komitmen yang tinggi. Sehingga dapat menghindari perselingkuhan untuk menjalin hubungan yang lebih sehat.

Baca Ini Juga  Tabel Pinjaman Baf, Layanan Kredit Aman dan Terpercaya

4.      Melalui Sosial Media

Sosial media kerap digunakan untuk memberitahu publik aktivitas keseharian ataupun mencari hal yang baru. Kecanggihan teknologi ini dapat mengundang perselingkuhan pasangan melalui sosial media. Pasalnya tidak sedikit orang tertarik dengan foto dari sosial media. Hal ini dapat memicu pendekatan melalui chatting pada aplikasi pesan obrolan.

Banyaknya aplikasi sosial media yang menyediakan fitur obrolan dapat memudahkan aktivitas perselingkuhan bahkan melalui telepon seluler ataupun video. Sehingga pertukaran foto dalam aplikasi termasuk perselingkuhan sosial media. Perselingkuhan ini menyebabkan hubungan baru yang dapat melakukan pertemuan diam-diam di belakang pasangan sah.

Alasan Orang Berselingkuh

Selingkuh tidak hanya dilakukan untuk kesenangan ataupun rasa penasaran terhadap suatu hubungan terlarang. Perselingkuhan memiliki alasan tersendiri bagi orang yang melakukan aktivitas ini. Pasalnya berbagai faktor dapat mendorong terjadinya pengkhianatan dalam hubungan. Selain itu, kamu dapat mengenali apakah kamu padanganmu berselingkuh atau tidak. dimana salah satu satu tanda perselingkuhan adalah ia selalu sibuk dengan handpone padahal tidak ada urusan yang mendesak. Lantas apa saja alasan orang berselingkuh? Yuk simak ulasan berikut ini!

1.      Bosan dengan Pasangan

Rasa bosan kerap timbul dalam hubungan sebelum ataupun setelah menikah. Rasa ini menyebabkan mencari orang lain yang lebih menarik daripada pasangan. Sehingga perselingkuhan dapat terjadi setelah tertarik dengan orang baru. Apabila merasakan bosan sebaiknya menghabiskan waktu bersama pasangan agar menumbuhkan kenyamanan.

Kebosanan ini bukan hanya karena penampilan melainkan perlakuan pasangan yang dirasa kurang menunjukkan perasaan. Pasalnya keinginan untuk selalu diperhatikan dan diprioritaskan selalu ditunjukkan secara langsung beberapa pasangan. Sebab hal ini dapat membuktikan perasaan nyata untuk menghilangkan keraguan dan curiga satu sama lain.

2.      Teringat Masa Lalu

Gagal move on salah satu alasan keretakan hubungan dan perselingkuhan. Pasalnya, mengingat pasangan di masa lalu menimbulkan rasa itu muncul kembali dan melupakan hubungan saat ini. Sehingga pasangan kerap membandingkan hubungan saat ini dengan masa lalu. Oleh karena itu timbul rasa tidak nyaman memicu pertengkaran dalam hubungan.

Orang yang belum selesai dengan kisah masa lalu tanpa disadari membuat rasa sakit hati pasangan saat ini. Pasalnya keinginan memiliki pasangan yang sama seperti di masa lalu kerap ditunjukkan secara langsung. Selain itu prioritas dalam hubungan tidak lagi tentang pasangan saat ini melainkan orang lama yang selalu menduduki posisi pertama dalam hati.

3.      Tertarik dengan Orang Baru

Suatu hubungan kerap menghadapi berbagai ujian seperti kehadiran orang baru yang menimbulkan keretakan. Pasangan suami istri tentu sudah menjalani ikatan yang sakral tetapi tidak menutup kemungkinan untuk tertarik dengan orang lain. Pasalnya orang baru kerap tampil lebih menarik dan memesona dibandingkan pasangan dengan penampilan itu-itu saja.

Berhubungan dalam waktu lama menyebabkan rasa ingin mencari orang lain yang lebih menarik dan memenuhi kebutuhan seksual. Dalam hubungan suami istri pastinya mencakup hubungan intim dengan seiring waktu semakin menurun dalam memenuhi kepuasan. Hal ini menyebabkan pasangan mencari orang baru agar kepuasan didasari nafsu dapat terpenuhi.

Baca Ini Juga  Event Snack Video Terbaru, Dapatkan Uang Hingga Jutaan Rupiah

4.      Kurang Komunikasi dan Waktu Bersama

Berkomunikasi merupakan bentuk interaksi yang wajib dilakukan dalam suatu hubungan. Pasalnya kurang komunikasi dapat menimbulkan suatu kekurangan hubungan seperti bosan ataupun perhatian. Setiap pasangan tentu menginginkan perhatian meskipun hal kecil sekaligus. Hal ini penting dalam meningkatkan sayang dan cinta antara dua insan.

Menghabiskan waktu bersama dengan membicarakan keseharian dapat dilakukan agar hubungan tetap terjaga. Tidak selalu menghubungi melalui pesan teks cukup meluangkan waktu untuk berkomunikasi bersama dapat menjadi solusi hubungan yang terlanjur renggang. Demikian perpisahan dapat dihindari tanpa harus melalui pertengkaran terlebih dahulu.

5.      Posesif terhadap Pasangan

Posesif dapat menimbulkan hubungan menjadi toxic relationship. Sebab perlakuan berlebihan terhadap pasangan seperti cemburu ataupun larangan yang bersifat mengekang pasangan. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman dari pasangan dan menyebabkan mencari orang lain untuk membentuk hubungan baru. Pasangan posesif ini menjadi penyebab perselingkuhan.

Rasa takut kehilangan pasangan menyebabkan perlakuan posesif berlebihan termasuk hal sepele. Posesif ini kerap diartikan sebagai kepedulian akan tetapi peduli terhadap pasangan tidak harus selalu melalui larangan dapat berupa perhatian. Memerhatikan pasangan dalam hal kecil dapat meningkatkan ikatan hubungan tentu dengan perlakuan lembut bukan keras.

Dampak dari Perselingkuhan

Meskipun selingkuh ada beberapa jenis, tetapi itu tetaplah perselingkuhan. Sekalipun itu hanya melalui chat atau telepon saja. selain itu, perselingkuhan menjadi hubungan terlarang yang memicu permasalahan lain muncul. Dampak dari perselingkuhan bukan hanya terhadap pasangan, melainkan diri sendiri ataupun anak. Aktivitas selingkuh kerap menjadi masalah kandasnya hubungan secara tidak sehat. Tentunya akibat dari perselingkuhan mencakup keseluruhan orang yang terlibat.

1.      Retaknya Hubungan

Hilangnya rasa percaya terhadap pasangan dapat memicu retaknya suatu hubungan. Kepercayaan yang hilang merupakan bentuk perasaan sebagai dampak dari perselingkuhan.  Pasalnya rasa kecewa timbul setelah pasangan berselingkuh dengan orang lain. Perasaan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan selama menjalin suatu hubungan.

Aktivitas selingkuh ini tergolong pengkhianatan yang dilakukan terhadap pasangan. Sehingga dampak yang muncul dapat berpengaruh besar terhadap hubungan terutama setelah menikah. Ikatan pernikahan dapat terputus apabila pasangan melakukan aktivitas yang satu ini Lho. Tentunya hubungan yang hancur justru menimbulkan permasalahan lain dalam keluarga.

2.      Menimbulkan Trauma untuk Memulai Kembali

Kejadian yang fatal sebagai dampak dari perselingkuhan yaitu rasa trauma. Perasaan trauma ini dapat dirasakan oleh pasangan dan anak. Hilangnya rasa keinginan berhubungan dengan lawan jenis menjadi akibat dari perselingkuhan yang dilakukan pasangan sebelumnya. Sehingga memicu rasa benci berlebihan terhadap lawan jenis.

Baca Ini Juga  Contoh Cerpen Persahabatan Singkat

Perselingkuhan juga berdampak pada hubungan keluarga terutama anak. Hancurnya hubungan orang tua akibat perselingkuhan menyebabkan anak lebih emosional dan sensitif. Emosional ini dapat berupa kebencian terhadap lawan jenis maupun orang tua. Sehingga pertumbuhan anak menjadi terganggu terutama mental.

3.      Kekerasan Terjadi dalam Keluarga

Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang sakral antara dua orang saling mencintai. Memiliki keluarga yang sempurna merupakan impian bagi seorang anak. Pasalnya kehilangan kasih sayang lengkap dari kedua orang tua dampak dari perselingkuhan. Namun, terjadi perselingkuhan kerap menimbulkan pertikaian orang tua memicu kekerasan.

Kekerasan ini dapat dilakukan sebagai bentuk pelampiasan amarah setelah dikhianati. Akan tetapi anak kerap menjadi sasaran pelampiasan dengan kekerasan. Adapun kekerasan yang terjadi dapat secara fisik ataupun perkataan kasar. Hal ini dapat membuat mental seorang anak terganggu terutama bagi balita yang menjadi korban kekerasan.

4.      Menimbulkan Asosial

Asosial merupakan gangguan mental yang menyebabkan penderita menghindari interaksi sosial.  Gangguan ini sebagai dampak dari perselingkuhan yang fatal. Pasalnya rasa percaya pasangan yang hilang menyebar terhadap orang lain. Sehingga korban perselingkuhan memiliki pemikiran bahwa semua orang itu sama seperti pelaku.

Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak semakin asosial karena perselingkuhan yang terjadi. Keretakan hubungan juga menjadi latar belakang anak asosial. Oleh karena itu hubungan pernikahan sebaiknya menghindari perselingkuhan agar tidak menimbulkan berbagai permasalahan lain dengan korban mencakup keluarga terutama anak.

5.      Mempengaruhi Pertumbuhan Anak

Dampak dari perselingkuhan terbesar yaitu anak sebagai korban dari ego yang besar orang tua. Pasalnya orang tua kerap mengutamakan perasaan pribadi daripada anak yang menjadi saksi setiap pertikaian. Pertengkaran orang tua yang bahkan melibatkan kekerasan mempengaruhi pertumbuhan anak terutama gangguan trauma masa kecil.

Hilangnya jati diri anak ditimbulkan dari trauma akibat perpisahan orang tua. Perceraian orang tua mempengaruhi mental anak seperti memicu gangguan mental avoidant personality disorder (AVPD) anak terhadap lingkungan sosial. Tentunya perselingkuhan sebagai penyebab utama dari hancurnya hubungan dan menimbulkan trauma secara mental anak.

Dampak dari perselingkuhan dapat mempengaruhi kondisi mental pasangan dan anak. Pasalnya rasa trauma dapat ditimbulkan dari aktivitas yang satu ini. Dimulai dari hilangnya kepercayaan dan meningkatnya kekecewaan menimbulkan permasalahan lain seperti trauma untuk menjalin hubungan kembali. Hal ini dapat berakibat fatal terutama pada mental anak, tentunya hal tersebut hanya akan merugikan pelaku perselingkuhan juga pada akhirnya. Temukan informasi menarik lainnya di rekomendasi.co dan ikuti berita updatenya.