Dampak dari workaholic.|Unsplash.com
Dampak dari workaholic.|Unsplash.com

Apa Saja Dampak Dari Workaholic?

Diposting pada

Dampak dari workaholic dapat terjadi di kalangan para pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang terus bertambah. Tidak sedikit diantara mereka yang mengalami kondisi tersebut. Seorang workaholik menjadikan pekerjaan sebagai prioritas tanpa memperhatikan waktu dan tempat. Semangat bekerja tentu merupakan hal yang baik. Namun, jika berlebihan akan berdampak buruk.

Dampak Dari Workaholic

Dampak dari workaholic.|Unsplash.com
Dampak dari workaholic.|Unsplash.com

Dampak dari bekerja tidak kenal waktu ini memiliki dua sisi, yakni sisi positif dan negative. Selain itu, perilaku ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya yang paling umum adalah menjadikan pekerjaan tempat pelarian dari keterpurukan

A.    Dampak Positif Perilaku Workaholic

Dampak ini cenderung lebih menguntungkan dan memberikan kebermanfaatan. Biasanya, orang-orang seperti ini pun dikenal sebagai orang yang mandiri dan berambisi. Selain itu, mereka pun cenderung sukses dalam karirnya. Untuk lebih jauh, yuk simak ulasan berikut ini!

1.       Mendapatkan kenaikan pangkat

Tentunya sebagai orang yang gila bekerja, tidak akan tanggung-tanggung dalam mengerjakan sebuah sesuatu. Bahkan hasil yang diberikan hampir mendekati sempurna. Hal ini karena mereka selalu bekerja secara maksimal.

Sehingga jika tidak sesuai dengan apa yang telah ditargetkan, maka akan memperbaikinya sampai mencapai apa yang menjadi tujuannya. Sehingga tidak mengherankan perusahaan akan memberikan apresiasi dengan menaikan posisinya. Dengan begitu, pendapatan yang dimiliki pun akan lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

2.       Bonus

Selain mendapatkan  kenaikan pangkat, seorang workaholic pun akan mendapatkan bonus sebagai bentuk apresiasi atasan atau perusahaan kepadanya. Hal ini dikarena banyak pencapain-pencapain yang ia raih dan tentunya menguntungkan perusahaan.  Bonus ini dapat berupa uang, tiket liburan, gratis menginap di hotel special, dan lain sebagainya.

3.       Memiliki skill atau keahlian yang mumpuni

Tentunya sebagai seorang workaholik akan menyadari bahwa pekerjaan tanpa skill yang mumpuni dalam bidangnya, akan percuma. Sehingga, mereka tidak akan lelah atau belajar hal yang berkaitan dengan bidangnya.

Baca Ini Juga  Soal Bahasa Indonesia Kelas 3 SD dan Jawabannya

Bahkan mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak ketinggalan informasi yang up to date. Tentunya, hal tersebut berkaitan dengan pekerjaan atau bidang yang ia tekuni. Dengan keingintahuan dan kemauan untuk terus belajar, hal tersebut pun mempertajam bahkan menambah kemampuan yang dimilikinya.

B.     Dampak Negatif Perilaku Workaholic

Tidak hanya berdampak pada kinerja perilaku workaholik juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan jika tidak memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.dan menikmati quality time agar hidup seimbang. Lantas apa saja dampak negatif bagi kehidupan para pekerja.

1.       Mempengaruhi Kondisi Mental

Stress dan Depresi merupakan salah satu dampak dari workaholic timbul karena beban pekerjaan memforsir sebagian besar di pikiran seorang workaholik, tekanan dan ekspektasi yang harus berlebihan, karena kondisi workaholic ini menjadikan kamu tidak pernah puas dengan pencapaian, sebanyak apapun penghasilan yang didapat.

Beberapa gangguan lain yang mungkin akan anda alami seperti OCD, yakni gangguan mental yang mempengaruhi penderitanya dengan perasaan takut, cemas dan khawatir secara tidak jelas serta terobsesi dengan sesuatu secara berlebihan.

  1. Menyerang Kesehatan Fisik

Bekerja secara terus – menerus akan merusak kesehatan seorang workaholic. Dimana tubuh tidak diberikan hak untuk beristirahat dan dirawat. Bagaimana tidak, karena setiap saat memikirkan pekerjaan sehingga lupa makan, bahkan saat tidur pun masih terbayang- bayang dengan pekerjaan.

Lieke tan dan Nancy P. Rothboard menuliskan dalam sebuah artikel mengenai dampak buruk dari seseorang yang workaholic.  Dimana mereka akan cenderung mengeluhkan kesehatan fisik seperti sulit tidur, diabetes, sindrom metabolik dan penyakit lainnya.

3.      Menjauhkan dari Keluarga dan Lingkungan sekitar

Terlalu sibuk bekerja hanya akan kehilangan momen terbaik dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Ketiadaan interaksi yang dekat dan tidak memiliki kepekaan sosial membuat seorang yang gila kerja terasingkan dari lingkungannya.

Baca Ini Juga  Cara Transfer Uang Lewat Alfamart dan Cara Mengambilnya

Dimana kedua hal tersebut merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Sehingga, bersosialisasi maupun berinteraksi itu sangat dibutuhkan.

4.      Perilaku Boros dan Kekurangan Nutrisi

Tidak memiliki waktu untuk memasak dan menyantap makanan rumah, membuat seorang workaholic memilih makanan cepat saji. Sehingga dampak dari workaholic ini tidak hanya membuat tubuh menjadi lelah tetapi juga mengalami  kekurangan nutrisi yang menjadikan tubuh mudah sakit dan menghalangi produktivitas serta menghabiskan uang untuk biaya berobat.

5.      Mengancam Produktivitas Kerja

Memforsir waktu dan fisik secara berlebihan untuk bekerja pada kenyataannya akan mempengaruhi kondisi dan stamina tubuh kita, sehingga mempengaruhi kreativitas dan inovasi anda. Karenanya gila kerja ini tidak memberikan dampak efisien bagi produktivitas kerja, sebaliknya justru menurunkan daya kerja

Mengatasi Hal Negatif 

Setelah mengetahui bagaimana dampaknya, ternyata cukup berimbas pada kesehatan mental maupun fisik. Sehingga hal tersebut perlu kamu ditangani dengan serius. Bekerja dengan baik dan maksimal merupakan sebuah hal yang bagus. Namun, jika terlalu berlebihan hal tersebut pun tidak akan bagus. Inilah cara mengatasi agar terhindar dari workaholic!

1.      Cuti saat kondisi tertentu

Jika biasanya kamu enggan untuk mengambil cuti untuk urusan apapun. Maka ketika ada urusan yang memang sangat genting atau penting, cobalah untuk ambil cuti. Misalnya, ketika orang tua sakit parah dan ingin bertemu, sedang dalam perawatan, dan lain sebagainya. Sehingga, kamu tetap care mengenai kondisi lingkungan sekitar maupun kesehatan diri sendiri.

2.      Memahami Batasan waktu bekerja

Lembur memang adalah sebuah hal yang dibolehkan oleh perusahaan. Namun, kamu tidak perlu memaksakan untuk mengerjakannya dalam waktu yang sangat singkat. Hal tersebut hanya akan membuatmu lambat-laun mengalami depresi.  Bahkan bisa juga dalam satu titik kinerja kamu merosot dikarenakan kamu tidak membiarkan tubuhmu dapat beristirahat atau mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Baca Ini Juga  Harga Tanaman Hias Janda Bolong

3.      Cobalah untuk rileks

Bagi seorang workaholic tidak bekerja dapat membuat mereka cemas, sehingga tidak nyaman jika melakukan hal tersebut. Namun, saat ini cobalah untuk menikmati waktu liburmu. Rehat dari masalah pekerjaan tidak akan membuatmu lemah maupun kalah.

Dengan kamu menikmati waktu libur yang kamu miliki, hal tersebut pun dapat membuat kinerja kamu lebih baik. Tentunya, tanpa memforsir pekerjaan yang dilakukan.  Kegiatan yang bisa lakukan adalah menikmati makanan yang selama ini belum sempat dicoba, melakukan hobi, dan lain sebagainya.

4.      Coba cek kondisi kesehatan

Usahakan untuk tidak menganggap sepele kondisi kesehatan. Misalnya, ketika kamu sedang merasa tidak enak badan, segeralah istirahat atau langsung periksakan ke dokter. Pasalnya, jika dibiarkan maka akan menyebabkan keadaanmu tambah parah saja.

Dampak dari workaholic memang ada yang positifnya. Namun, efek negatifnya hanya akan merusak dirimu secara mental maupun fisik. Sehingga hal tersebut perlu diatasi. Biasakan membuat jadwal pekerjaan. Sehingga kamu dapat berhenti bekerja sesuai waktu yang ditetapkan. Selain itu, ingat kembali dampak buruk yang akan didapatkan apabila hal tersebut terus dilakukan.