Tanda-tanda anak puber .|Unspalsh.com
Tanda-tanda anak puber .|Unspalsh.com

Inilah Tanda-tanda Anak Puber!

Diposting pada

Tanda-tanda anak puber menjadi suatu keharusan yang perlu diketahui. Pasalnya masa pubertas normal dimulai dalam rentan usia 9 sampai 15 tahun. Namun, tidak semua anak pubertas secara normal adapun yang mengalami pubertas dini.

Pubertas dini terjadi ketika anak mengalami fase pubertas dibawah usia 9 tahun. Pubertas sendiri memiliki arti sebagai proses perubahan dan perkembangan anak menjadi dewasa. Perubahan ini dapat dilihat secara jelas seperti tingkah laku maupun melalui fisik anak.

Tanda-Tanda Anak Puber

Tanda-tanda anak puber .|Unspalsh.com
Tanda-tanda anak puber .|Unspalsh.com

Pubertas memicu berbagai perubahan baik secara fisik maupun psikologis. Masa pubertas perempuan lebih cepat dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini dapat dilihat dari penjelasan mengenai tanda-tanda anak puber di bawah ini.

  1. Perubahan Fisik

Fase pubertas pertanda telah memasuki dunia dewasa. Fase ini mendorong terjadinya anak untuk mengalami berbagai perubahan terutama dalam hormon. Perubahan hormon ini justru memicu perubahan dalam fisik anak.

Mulainya tumbuh kumis bahkan jakun dapat dilihat dari anak laki-laki. Sedangkan perbedaan perubahan fisik pada perempuan ini meliputi payudara yang membesar. Selain itu muncul bulu di sekitar ketiak dan kelamin menjadi tanda pubertas bagi laki-laki ataupun perempuan.

  1. Perubahan Suara

Perubahan suara ini terjadi pada laki-laki yang sedang dalam masa pubertas. Perubahan ini terjadi akibat pertambahan hormon testosteron yang berdampak pada pembesaran pita suara. Demikian suara pada laki-laki berubah menjadi besar dan lebih berat.

Baca Ini Juga  Harga Helm Bogo Murah Berkualitas

Umumnya perubahan suara tidak banyak terjadi pada perempuan. Sebab perempuan tidak memproduksi hormon testosteron yang artinya hanya dimiliki laki-laki. Terdapat perbedaan pada suara laki-laki dan perempuan yang ternyata disebabkan oleh kehadiran hormon testosteron.

  1. Menstruasi

Menstruasi kerap membuat perempuan takut untuk menghadapinya. Menstruasi ini dapat merubah suasana hati perempuan secara drastis. Selain itu tidak sedikit yang merasakan sakit perut berlebihan. Hal ini membuat perempuan kesulitan untuk mengontrol emosi pada dirinya.

Awal mulanya menstruasi ini menjadi pertanda bahwa kamu telah masuk fase remaja. Pada saat pubertas siklus menstruasi perempuan cenderung tidak beraturan. Terjadinya ketidakseimbangan jumlah hormon yang mempengaruhi menstruasi menjadi penyebab siklus tersebut.

  1. Menutup Diri

Pubertas dapat merubah kamu menjadi pribadi yang lebih menutup diri. Sehingga kamu akan mengurangi sikap ceria bahkan kebiasaan terbuka terhadap orang lain. Sehingga menyebabkan semakin menurunnya tingkat kepercayaan terhadap orang lain. Hal ini menjadi wajar karena kamu mulai mengerti arti dari privasi.

  1. Mengekspresikan Diri

Sebelum datangnya pubertas biasanya kamu adalah seseorang yang sangat aktif. Namun, setelah pubertas menghampiri perlahan aktif itu berubah menjadi pasif. Pada fase ini perlahan mulai mencari tahu komunitas yang cocok dengan kepribadian kamu. Sehingga perubahan karakter ini sebagai bentuk penyesuaian diri.

  1. Kurang Percaya Diri

Percaya diri merupakan komponen penting dalam kehidupan. Namun, rasa percaya diri tak selamanya ada dalam diri seseorang. Pasalnya memasuki fase pubertas dapat menyebabkan kepercayaan diri menurun. Sebab kamu mulai menyadari dengan perubahan fisik yang berbeda dengan orang lain.

Baca Ini Juga  Info Harga Obat Ivermectin Di Apotik Dekat Rumah

Munculnya istilah insecure dikalangan remaja menjadi penyebab utama kurangnya percaya diri. Membandingkan fisik dengan orang lain menjadi kebiasaan setelah memasuki fase pubertas. Perasaan kurang puas dengan diri sendiri ini menimbulkan tingkat percaya diri menurun.

Itulah penjelasan dari beberapa tanda-tanda anak puber.  Perubahan yang ditimbulkan akibat pubertas memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan. Sebab kamu akan mengalami perubahan secara drastis dalam segi fisik maupun psikologis. Perubahan ini dapat kamu bawa dan melupakan kebiasaan serta perilaku yang sering kamu lakukan pada saat kecil.