cara memulai usaha warteg untuk pemula

7+ Cara Memulai Usaha Warteg untuk Pemula Agar Sukses

Diposting pada

Warung makan merupakan jenis usaha paling menjanjikan. Karena ada istilah, “selama ada orang yang doyan makan, usaha warteg pasti laku”. Lalu bagaimana cara memulai usaha warteg untuk pemula?

Warteg bisa kita temukan di mana-mana, baik kampung atau kota pasti ada warteg. Sayangnya, jarang banget usaha warteg yang sukses, karena kebanyakan mereka tidak menggunakan strategi dan manajemen yang bagus.

Supaya usaha warteg Anda sukses, ikuti tahapan dan langkah-langkah yang sudah saya tuliskan berikut ini:

1. Survei Lokasi

Biasanya para pemilik warteg akan memilih sebuah lokasi yang strategis tentunya dapat menyangkut banyak pelanggan.

Biasanya target usaha warteg ini yaitu di sebuah perkampungan, jalan raya dan berbagai tempat lainnya yang ramai dikunjungi banyak orang. Hal ini para pengusaha warteg lakukan untuk mendapatkan sebuah omzet penjualan yang cukup tinggi sehingga dapat balik modal.

2. Mendesain Warteg Modern

Hampir kebanyakan warteg hanya memiliki sebuah tampilan yang itu-itu saja dengan tidak adanya sebuah perubahan sama sekali. Maka dari itu bagi para pelaku usaha warteg dapat mengikuti sebuah cara ini yaitu dengan mengubah sebuah desain dari fungsi warteg biasanya.

Baca Ini Juga  Paypal: Jenis-jenis, Cara membuat Akun dan Menggunakan Paypal

Para calon pengusaha warteg pun dapat mulai mengubah warung Tegal tersebut dengan tampilan yang modern sehingga dapat menarik perhatian anak-anak muda.

3. Menentukan Modal yang Harus dikeluarkan

Dalam membuka ataupun membangun suatu usaha warteg tentunya ada sebuah modal awal yang harusnya dapat diperhitungkan terlebih dahulu. Modal ini nantinya yang harus didapatkan kembali ketika usaha warteg pun mulai berjalan.

Banyak orang yang terkadang tidak memperhitungkan hal ini sehingga mereka tidak mengetahui berapa keuntungan masuk dan berapa modal awal yang harus dikeluarkan.

4. Memperhitungkan Keuntungan (Perkiraan)

Hal yang selanjutnya harus diperhatikan dalam membuka suatu usaha warteg yaitu keuntungan yang nantinya harus didapatkan. Keuntungan ini merupakan sebuah keuntungan bersih dari modal yang dikeluarkan sehingga nantinya pemasukkan pun dapat terlihat.

Bagi sebagian orang terkadang tidak memperhitungkan hal tersebut padahal cara memulai usaha warteg untuk pemula ditentukan dari hal ini.

5. Memperhatikan Kualitas Masakan

Banyak warteg terkadang yang kurang menjaga sebuah kualitas dari makanan yang dijual. Terkadang bahkan ada beberapa warteg yang berani menjual makanan yang sudah lama tidak laku terjual.

Baca Ini Juga  Cara Memulai Bisnis Online Di Bukalapak Agar Sukses

Hal ini tentunya harus dihindarkan sebisa mungkin para calon pengusaha warteg harus menjaga kualitas dari makanan yang akan dijual. Sehingga hal tersebut nantinya dapat dinilai oleh para pelanggan yang makan di tempat tersebut.

6. Mempersiapkan Menu Aneka Ragam

Banyak terkadang orang yang merasa bosan untuk membeli makanan  di warteg karena sebuah menu yang tidak diganti. Padahal hal ini tentu saja akan membuat para pelanggan merasa bosan dengan sebuah tampilan menu yang tidak ada perubahannya.

Maka dari itu hal kecil seperti ini harus dijadikan sebagai sebuah permasalahan khusus dan diubah agar tidak menimbulkan efek samping pada warteg yang sedang dirintis tersebut.

7. Berbeda Dari Warteg Lain

Para pemilik usaha warteg terkadang hanya mampu untuk memberikan sebuah sensasi yang hampir sama dengan lainnya.

Padahal bagi para kaum milenial tentunya dapat mengubah tampilan warteg tersebut menjadi sebuah tampilan yang modis. Tentunya cara ini biasanya dilakukan oleh para Cafe dan tempat nongkrong lainnya untuk menarik para pembeli nantinya.

Baca Ini Juga  5 Kursus Bisnis Online Di Jakarta Pusat Terbaik

8. Memberikan Harga Terjangkau

Hal yang terakhir dalam sebuah  cara memulai usaha warteg untuk pemula yaitu dalam menentukan harga dari masing-masing makanan tersebut. Tentunya hal ini juga harus memperhatikan sebuah kondisi warung sekitarnya.

Agar harga yang dijual tidak terlalu tinggi dan terlalu murah karena nantinya akan tidak sesuai dengan kondisi perekonomian di sekitaran tempat tersebut.