Pengunduran diri merupakan hal yang kerap dilakukan pekerja dengan berbagai alasan. Akan tetapi, terdapat etika untuk resign dari pekerjaan dan tidak sembarangan. Sehingga setiap berhenti kerja terdapat proses yang harus dilalui. Demikian pada saat mengambil keputusan juga tidak boleh asal-asalan dan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dapat bekerja pastinya menjadi harapan hampir semua orang. Pasalnya tanpa bekerja tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga pada saat memutuskan berhenti kerja sebaiknya dilakukan dengan baik. Hal ini untuk menghindari menyinggung beberapa pihak tempat kerja. Tentunya untuk menjaga nama baik diri sendiri yaitu bertanggung jawab.
Etika Untuk Resign Dari Pekerjaan

Memutuskan untuk berhenti bekerja tentu sudah mempertimbangkan berbagai hal dengan sangat matang. Namun, pada saat pengajuan untuk berhenti bekerja pastinya memiliki ketentuan. Untuk itu perlunya etika untuk resign dari pekerjaan dibutuhkan. Hal ini menjadi suatu keharusan agar tetap profesional dan terkesan bersungguh-sungguh.
1. Membuat Surat Pengunduran Diri
Hal yang terpenting pada saat mengundurkan diri yaitu membuat surat. Surat yang menuliskan bahwa kamu berhenti bekerja dibutuhkan sebagai bukti tertulis. Pasalnya tanpa surat ini, maka berhenti kerja tidak diterima oleh atasan. Demikian bahwa surat pengunduran diri sangat penting apabila ingin berhenti kerja dan tentunya penulisan harus sesuai aturan.
Penulisan surat pengunduran diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sertakan juga alasan. Alasan yang masuk akal dan dapat diterima atasan dibutuhkan pada saat mengajukan surat tersebut. Apabila alasan yang diberikan tidak logis sudah pasti surat ditolak langsung atasan ataupun di pecat secara tidak terhormat. Demikian surat ini sangat penting diajukan.
2. Menuntaskan Pekerjaan Terlebih Dahulu
Sebelum memutuskan untuk berhenti kerja sebaiknya kamu telah menyelesaikan pekerjaan. Pasalnya apabila berhenti ditengah-tengah tugas yang diberikan menunjukkan bahwa kamu tidak bertanggung jawab. Hal ini sangat mempengaruhi sifat profesionalisme dan kesadaran tanggung jawab bagi pekerja. Demikian pengunduran diri dilakukan lebih sopan dan benar.
Meskipun sudah tidak nyaman dan ingin segera berhenti, alangkah baiknya sudah menyelesaikan pekerjaan terakhir. Sehingga kamu tidak meninggalkan beban pekerjaan setelah keluar dari perusahaan. Adapun untuk mengajukan surat sebaiknya mencari waktu yang tepat yaitu pada saat kondisi pekerjaan sedang baik dan tidak ada masalah apa pun.
3. Alasan Mengundurkan Diri
Setelah menuntaskan pekerjaan dan membuat surat pernyataan berhenti kerja selanjutnya yaitu alasan mengundurkan diri. Alasan ini digunakan untuk mendukung surat agar diterima oleh atasan. Pasalnya berhenti bekerja tidak dapat dilakukan dengan sembarangan dan sesuka hati. Tentunya harus dilakukan dengan formal dan sopan serta tidak menyinggung pihak lain.
4. Mengundurkan Diri Sesuai Aturan
Di setiap perusahaan tempat bekerja tentunya memiliki peraturan yang berlaku. Peraturan ini mengenai aktivitas bekerja hingga pengunduran diri. Aturan pengunduran diri ini yaitu pengajuan permohonan berhenti kerja sebulan sebelumnya atau disebut one month notice.
Apabila ingin berhenti bekerja sebaiknya cari waktu yang tepat dan sesuai dengan aturan tersebut. Jika tidak mengikuti aturan ini, kemungkinan akan menyebabkan kerugian pada perusahaan dan tidak mendapatkan pesangon. Terlebih lagi jika belum menyelesaikan tugas yang diberikan sebelumnya sudah pasti menimbulkan kerugian dan memberikan cap buruk.
Etika untuk resign dari pekerjaan diperlukan untuk pengajuan berhenti dengan cara terhormat. Pasalnya mengajukan resign dengan sembarangan dapat menimbulkan orang lain berpikiran negatif. Terlebih lagi berhenti kerja dengan terburu-buru hingga melalaikan tugas yang harus dikerjakan menambah kesan buruk. Etika ini digunakan untuk resign yang baik.

