Menemukan cara anak supaya mandiri memang terbilang bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Selain itu, membiasakan anak untuk mandiri sejak dini akan membantu mereka untuk terbiasa bertanggung jawab atas kehidupan yang mereka jalani. Bahkan mungkin mereka untuk tumbuh menjadi seseorang yang optimis dan berani.
Dalam membiasakan ini, Bunda dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lalu pada umur berapakah anak bisa diajarkan mengenai kemandirian? Sebenarnya usia ideal nya yaitu sekitar satu sampai tiga tahun. Hal ini karena si kecil sudah mampu berjalan, sudah mampu mengutarakan yang diinginkan, dan lain sebagainya.
Cara Supaya Anak Mandiri

Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan dalam melatih anak agar terbiasa mandiri. Dari mulai mengajarkan anak untuk makan sendiri jika sudah sekiranya mampu, membuang air besar maupun kecil di toilet, dan lain sebagainya. Untuk lebih detailnya, yuk simak ulasan berikut ini dengan seksama!
1. Biasakan Memberikan Anak Tanggung Jawab
Bunda dapat menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika anak sudah berusia lima tahun dan Bunda sedang sibuk memasak. Cobalah untuk mengajak anak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, pastikan Bunda mengawasinya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkannya selama memasak.
Bunda dapat mengajaknya untuk mencuci sayuran, memasukan sosis yang telah dipotong ke dalam wadah yang telah disiapkan dan lain sebagianya. Hal ini akan membentuk sikap tanggung jawab terhadap anak. Pasalnya, anak menganggap bahwa ia memiliki peran dalam membantu Bundanya. Selain itu, jika anak melakukan kesalahan usahakan untuk tidak membentaknya.
Terlebih sampai dia merasa kaget atau menangis karena hal tersebut tidaklah terlalu bagus untuk tumbuh kembangnya. Apabila Bunda sering marah-marah dan tidak menunjukkan atau menunjukan nya dengan kasar maka dia kemungkinan akan tumbuh menjadi seseorang yang takut mencoba, rendah diri, dan lain sebagainya.
2. Usahakan Untuk Tidak Menyelesaikan Masalah
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah tidak mencampuri kesalahan atau menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh sang buah hati. Hal ini hanya akan membuat sang buah hati terbiasa atas bantuan tersebut. Selain itu, ia kana minim belajar terhadap kesalahan yang dibuatnya. Lantas bagaimana cara melatih anak untuk mandiri jika tidak membantunya untuk menyelesaikan permasalah yang dihadapi?
Membantu disini tidak dalam bentuk memberikan uluran tangan langsung. Misalnya, ketika hendak sekolah tali sepatu anak copot, maka usahakan untuk tidak mengikatnya . Namun, arahkan ia cara mengingat sepatu itu seperti apa.
Dengan begitu, ia akan terbiasa untuk mandiri dan mencari jalan keluar terlebih dahulu sebelum bertanya atau meminta bantuan kepada orang lain. Bahkan dapat meningkatkan anak untuk berpikir secara kritis dalam melihat segala sesuatu. Tentu hal ini baik untuk tumbuh kembangnya nanti.
3. Cobalah Untuk Melatih Anak Dalam Mengambil Keputusan
Hal ini sangat penting sehingga sang buah hati tidak hanya mengambil keputusan atas dasar keinginan atau dorongan orang lain. Namun, ia mengambil atau memutuskan sebuah perkara karena keputusannya sendiri. Selain itu, Bunda pun perlu melatih sang anak untuk memutuskan segala sesuatu itu tidak asal. Melainkan dengan mempertimbngkan baik dan muruknya. Mislanya, ketika akan liburan cobalh minta pendapat sang anak dan jelaskan pula kondisi yang Bunda alami saat ini.
Bunda bisa bilang, “ Nak, lebih mending liburan kemana, ke Bali atau ke Bandung? Namun, nenek yang di Bandung sedang rindu sama kamu. Kira-kira kita liburannya kemana ya?”. Nah, setelah anak memutuskan cobalah untuk menanyakan alasannya kenapa ia lebih memilih liburan di kota tersebut. Lakukan hal ini sesering mungkin untuk melatih kepercayaan dirinya dalam memutuskan sesuatu.
Namun, jika ia memilih suatu keputusan yang salah dan alasan dibalik alasan nya itu tidak benar, maka Bunda perlu memberitahunya dengan jelas. Misalnya, dia lebih memilih baju renang karena baru dibeli. Padahal Bunda dan sang buah hati akan menghadiri acara ulang tahun temannya. Selain itu, dress code nya sudah ditentukan menggunakan gaun tokoh Disney. Maka Jelaskan kepadanya secara perlahan alasan ia tidak boleh menggunakannya.
4. Usahakan Untuk Tidak Menegurnya Di Depan Umum
Dalam belajar atau berlatih pasti setiap orang akan melakukan kesalahan. Termasuk sang buah hati. Maka usahakan untuk tidak menegurnya di depan umum terlebih membentak atau memakinya. Hal tersebut hanya akan membuat sang buah hati merasa malu. Bahkan tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan membentuk sikap rendah diri pada sang buah hati.
Maka sangat sulit untuknya menunjukan kemampuan atau pendapat yang ia miliki. Hal tersebut karena ia takut bahwa hal tersebut hanya akan membuat dirinya dipermalukan. Maka, ketika sang anak gagal maka jangan pernah untuk menjadikannya masalah yang sangat besar sehingga keluar kata-kata yang kurang pantas. Jika ingin menegur, maka tegurlah ketika Bunda dan si kecil sedang berdua.
Selain itu, usahakan suasananya memang tenang dan enjoy sehingga sang buah hati pun tidak akan merasa tegang ketika ditegur di muka umum. Jelaskan padanya bahwa tidak-tidak apa gagal dan jelaskan kesalahannya itu apa. Sehingga ia dapat memahami dan mau memperbaiki kesalahan yang diperbuat.
5. Berikan Dorongan Pada Sang Buah Hati
Tidak hanya mengarahkan atau melatih si kecil untuk mandiri, tetapi BUnda pun perlu memberikan mereka dorongan atau motivasi. Sehingga mereka akan bersemangat dan usahakan agar mereka bisa terbuka dengan Bunda.
Dengan begitu, masalah atau hambatan yang dihadapi oleh sang buah hati dapat diketahui dengan jelas. Jadilah sosok ibu sekaligus teman baginya sehingga ia tidak akan merasa canggung untuk berbagi informasi atau bercerita kepada Bunda.
Itulah beberapa cara anak supaya mandiri bahkan bisa tubuh menjadi percaya diri. Selain itu, pastikan untuk tidak membiarkan mereka sendiri terutama ketika ia merasa sedih. Hal tersebut hanya akan membuat mereka tambah sedih dan terluka.
Contoh Anak Sudah Mandiri
Ada beberapa contoh anak yang sudah mandiri yang biasanya ia lakukan. Terutama jika usianya sudah menginjak 8-9 tahun. Adapun contoh berikut ini adalah mencakup kegiatannya di rumah, disekolah, maupun dilingkungan masyarakat. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan berikut ini dengan seksama!
1. Di rumah
Adapun sikap atau kebiasaan anak-anak yangs udah mandiri dirumah dapat Bunda perhatikan bagiamana sikap dia dalam mengurus pekerjaan rumah. Misalnya, ia sudah mampu merapikan tempat tidur, mencuci piring, maupun elas setelah makan.
Selain itu, ia pun mau untuk merapikan mainan yang sudah digunakan, dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut pun tidak menunggu Ibunya menyuruhnya, bahkan hal tersebut pun dapat dilakukan dengan konsisten.
2. Di sekolah
Anak yang sudah mandiri pun dapat menunjukan kebiasaan di sekolah. Misalnya, anak sudah mulai mau mengembalikan buku bacaan yang dia pinjam di sekolah. Selain itu, ia pun sudah mampu dan berani untuk berangkat tanpa diantar oleh Bunda. Bahkan yang dulunya tas sekolah harus Bunda yang bawa, ia mulai membawa tas sekolahnya sendiri. Cara mandiri biasanya sudah diterapkan sejak TK. Sehingga anak-anak terbiasa.
Anak pun sudah mampu mengerjakan soal-soal ujian sendiri tanpa harus mencontek. Pasalnya ia menyadari bahwa hal tersebut adalah tanggung jawabnya. Ia akan mencoba untuk percaya diri dan mengerjakannya secara maksimal. Tentunya hal tersebut pun dilakukan dengan penuh persiapan. Sehingga apapun nanti hasilnya, selama ia mengerjakannya dengan maksimal dan tidak menyontek itu adalah urusan lain.
3. Di lingkungan masyarakat
Adapun contoh anak mandiri, ia pun akan menunjukannya di lingkungan masyarakat sekitar. Misalnya ia akan membuang sampah ke tempatnya, mau menyingkirkan batu yang berbahaya, dan lain sebagianya.
Bahkan ketika memang usianya sudah mencukupi untuk ikut kerja bakti. Maka ia pun tidak akan sungkan untuk ikut berpartisipasi. Misalnya, mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar komplek perumahannya.
Peran Orangtua Dalam Membentuk Kemandirian Anak
Seperti yang diketahui ada beberapa manfaat anak menjadi mandiri sehingga ia lebih siap dalam menghadapi kehidupannya kelak. Selain itu, keluarga merupakan orang terdekat bagi sang buah hati. Maka untuk melatih sang buah hati menjadi mandiri, hal tersebut tentunya tidak terlepas dari peran orang tua nya. Adapun peran orangtua dalam melatih anak supaya mandiri adalah sebagai berikut!
1. Memberikan Pengawasan Dan Pelatihan Dengan Penuh Kasih
Dalam melatih sang buah hati untuk mandiri tentunya dilakukan dengan penuh kasih sayang. Selain itu, latihlah mereka dengan perlahan-lahan. Untuk lebih efektif dalam melatihnya maka berikanlah contoh dan arahan yang jelas. Sehingga sang buah hati memahami mereka harus melakukan apa.
Selain itu, ketika anak-anak mulai menunjukan kemandiriannya, tetaplah awasi mereka. sehingga apapun yang mereka lakukan itu tetap aman dan dalam pengawasan orang tua. Latihlah anak untuk mandiri sesuai dengan usianya. Misalnya, ketika usianya sudah masuk ke satu atau dua tahun maka latihlah mereka untuk makan dengan mandiri. Namun, ketika anak sudah berusia empat atau lima tahun, latih mereka untuk merapihkan mainan dan lain sebagainya.
2. Memberikan Arahan Mengenai Hal Yang Salah Dan Benar
Anda pun perlu diarahkan untuk mengetahui mana saja hal-hal yang benar dan mana saja yang salah. Apabila anak bertanya mengenai alasan, mengapa ini benar dan itu salah. Maka beikanlah jawabannya yang logis dan mudah diterima oleh si anak.
Hindari menggunakan kalimat atau kata yang tidak familiar bagi si kecil. Dengan begitu, ia akan lebih mudah dipahami dan benar-benar mengerti mengapa hal tersebut dikatakan salah ataupun benar.
3. Tegur Anak Dengan Baik
Apabila sang anak melakukan sesuatu yang salah, maka tegurlah dengan cara yang baik. Misalnya, ketika anak mulai merapikan mainannya tetapi salah meletakkan mainannya. Maka cobalah untuk mengingatkannya dengan lembut dan jelas.
Usahakan untuk tidak memperlihatkan kekerasan dalam menegurnya. Misalnya, memukulnya, membentaknya dengan kata-kata makian, dan lain sebagainya. Pasalnya, hal tersebut tidaklah baik untuk kesehatan mentalnya.
Cara anak supaya mandiri dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain itu, ada beberapa contoh untuk mengenali apakah sang buah hati sudah mandiri atau belum. Adapun untuk kapan mulai anak dilatih mandiri adalah kisaran usia satu hingga tiga tahun. Untuk awal-awal berikan arahan hal-hal kecil. Seperti cara makan, toilet training, dan lain sebagainya, Sehingga anak akan terbiasa nantinya. Selain itu, ada pula beberapa karakteristik anak sudah mandiri.

