Pemerintah Kota Solo secara proaktif merespon dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dengan meluncurkan layanan “Klik on PHK”. Layanan ini berupa rumah konsultasi yang berlokasi di kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Solo, bertujuan untuk memberikan bantuan dan peluang baru bagi para pekerja yang terkena PHK.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menekankan pentingnya dukungan bagi para pekerja yang terdampak PHK, bukan hanya dari segi pekerjaan, tetapi juga aspek ekonomi keluarga mereka. Rumah Konsultasi Klik on PHK hadir sebagai solusi untuk memberikan pendampingan komprehensif dan membuka akses ke peluang kerja baru.

Lebih dari 10.000 pekerja Sritex terdampak PHK akibat pailitnya perusahaan di Pengadilan Negeri Semarang. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah Kota Solo yang kemudian menghadirkan Klik on PHK untuk membantu meringankan beban para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Layanan Terintegrasi Klik on PHK

Layanan Klik on PHK menawarkan berbagai program untuk membantu para pekerja terdampak. Tidak hanya sekedar penempatan kerja, namun juga berbagai pelatihan dan pendampingan karier yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing para pencari kerja.

Tersedia lebih dari 5.338 lowongan pekerjaan dari 10 perusahaan yang telah berkomitmen berpartisipasi. Jenis pekerjaan yang ditawarkan mayoritas serupa dengan pekerjaan sebelumnya, sehingga para pekerja dapat dengan mudah beradaptasi.

Selain itu, Klik on PHK juga memberikan pelatihan-pelatihan penting untuk meningkatkan peluang kerja, seperti pelatihan pembuatan CV yang menarik, teknik wawancara yang efektif, dan peningkatan kemampuan public speaking. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan para pencari kerja agar mampu bersaing di pasar kerja.

Rincian Layanan Klik on PHK:

  • Pendampingan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
  • Job Matching: Pencocokan lowongan kerja dengan keahlian dan pengalaman pekerja.
  • Konseling Karier dan Hubungan Industrial: Memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pekerja.
  • Pelatihan: Bedah CV, wawancara kerja, dan public speaking.
  • Layanan ini terbuka untuk warga Kota Solo dan sekitarnya, baik yang terdampak PHK dari Sritex maupun perusahaan lain. Pemerintah Kota Solo mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini dan menyebarkan informasi kepada mereka yang membutuhkan.

    Partisipasi Aktif Perusahaan

    Sebanyak 10 perusahaan telah menyatakan komitmen untuk menerima para pekerja yang terkena PHK. Keberadaan perusahaan-perusahaan ini menjadi bukti nyata dari dukungan sektor swasta dalam mengatasi dampak PHK di Kota Solo.

    Partisipasi aktif ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam upaya penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi masyarakat. Hal ini perlu diapresiasi dan dijaga agar program serupa dapat terus berjalan.

    Kehadiran stan-stan perusahaan di kantor Disnaker memudahkan para pencari kerja untuk langsung berinteraksi dan memperoleh informasi lowongan kerja secara langsung. Wali Kota Solo bahkan mengunjungi beberapa stan untuk memastikan program berjalan lancar.

    Dampak PHK Sritex di Solo

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Solo, Widyastuti Pratiwiningsih, memperkirakan sekitar 600-800 warga Solo terkena dampak PHK dari grup Sritex pada tahun 2024. Angka ini menjadi dasar penting bagi pemerintah Kota Solo untuk mengambil langkah cepat dan tepat.

    Rumah Konsultasi Klik on PHK merupakan respon cepat pemerintah untuk membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan dan mencegah dampak sosial ekonomi yang lebih luas. Program ini diharapkan mampu menjadi model bagi kota-kota lain yang menghadapi permasalahan serupa.

    Dengan adanya program ini, diharapkan para pekerja yang terkena PHK dapat segera mendapatkan pekerjaan baru dan kembali menjalani kehidupan normal. Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut mengenai pelatihan-pelatihan tambahan yang dapat diberikan kepada para pekerja. Pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Hal ini juga dapat menjadi evaluasi untuk perbaikan program di masa mendatang.

    Tags: