Hargabelanja.com – Pada artikel ini kami akan membahas tentang bagaimana cara membuat pidato persuasif yang baik dan benar.
Pidato persuasif adalah pidato yang disampaikan dengan tujuan untuk meyakinkan pendengarnya agar percaya atau melakukan sesuatu. Kamu bisa mendapati pidato jenis ini pada kegiatan seperti kampanye pemilu, ajakan donasi, kampanye daur ulang, dan lain sebagainya.
Cara Membuat Pidato Persuasif yang Baik dan Benar
Pidato persuasif yang berhasil secara efektif meyakinkan audiens tentang sudut pandang kamu akan membuat kamu tampil sebagai orang yang dapat dipercaya dan berpengetahuan tentang topik yang kamu sampaikan.
Jadi, bagaimana caranya membuat pidato persuasif yang dapat meyakinkan audiens? Dan bagaimana kamu bisa sefrekuensi dengan mereka untuk mendapatkan kepercayaan mereka? Mari kita bahas cara membuat pidato persuasif yang baik dan benar berikut ini.
1. Tentukan topik yang sesuai dan kuasai topik tersebut
Saat kamu memilih untuk menyampaikan pidato tentang topik tertentu, pastikan kamu memiliki pengetahuan yang kuat tentang topik yang kamu bicarakan – dan pastikan kamu juga mempersiapkan dan mendiskusikan argumen tandingan.
Seperti halnya pidato lainnya, persiapan sebelum naik podium itu sangat penting. Sebelum kamu meletakkan pena di atas kertas, pikirkan tentang apa yang ingin kamu capai dengan menyampaikan pidato tersebut. Ini akan membantu mengatur pikiran karena kamu secara realistis hanya dapat membahas 2-4 poin utama sebelum audiens kamu bosan .
2. Pertimbangkan audiens
Ingat! Audiens secara realistis hanya mendengarkan dengan seksama 2 hingga poin saja sebelum mereka bosan dengan pidatomu.
Cobalah untuk menganalisis siapa audiens kamu saat ini. Jika mereka sepertinya tidak tahu banyak tentang topik kamu, maka kamu perlu mempertimbangkan konteks topik kamu saat merencanakan struktur dan panjang pidato. Anda juga harus mempertimbangkan demografi mereka seperti:
- Jenis kelamin
- Latar belakang budaya atau agama
- Keprihatinan, sikap, dan masalah bersama
- Minat, keyakinan, dan harapan bersama
- Sikap dasar – apakah mereka bermusuhan, netral, atau terbuka untuk berubah tentang topik terkait?
Faktor-faktor di atas semuanya akan menentukan pendekatan yang akan kamu ambil untuk menulis pidato. Misalnya, jika topik kamu tentang obesitas pada masa kanak-kanak, kamu bisa mulai dengan cerita tentang anak-anak kamu sendiri atau kekhawatiran bersama yang dimiliki setiap orang tua. Ini akan sesuai dengan audiens yang lebih cenderung menjadi orang tua daripada profesional muda yang baru saja lulus kuliah.
3. Gunakan pendekatan 3 pilar persuasif
Pendekatan yang umum digunakan dalam pidato persuasif adalah 3 pilar persuasif. 3 pilar persuasif tersebut adalah:
- Ethos (kredibiltas)
- Logos (bukti)
- Pathos (hubungan emosional)
Ethos adalah karakter atau kredibilitas yang dimiliki oleh seorang pembicara. Ethos juga mengacu pada etika dan moral audiens, seperti apa yang ‘benar’ dilakukan untuk kemanusiaan, menyelamatkan lingkungan, dll.
Logos adalah bukti logis yang dibawakan untuk menguatkan penyampaian. Logos juga mengacu pada pembahasan kamu dapat menarik logika pendengar.
Dan pathos adalah hubungan emosional yang dibangun oleh pembicara dengan audiens.
Garis Besar Pidato Persuasif
1. Pembukaan yang menarik
Pembukaan dan penutupan pada pidato adalah bagian yang paling penting saat kamu berpidato di depan audiens. Pertimbangkan hal ini dengan hati-hati ketika memikirkan garis besar pidato persuasif. Pembukaan yang menarik memastikan kamu mendapatkan perhatian audiens sejak awal dan memberi mereka kesan pertama yang positif tentang kamu.
2. Nyatakan pendapat kamu
Anda harus memilih antara 2 dan 4 poin untuk didiskusikan selama pidato, sehingga kamu memiliki cukup waktu untuk menjelaskan sudut pandang kamu dan meyakinkan audiens kamu untuk sepakat dengan pola pikir kamu.
Penting bahwa setiap poin kamu harus bertransisi dengan mulus ke poin berikutnya sehingga pidato kamu memiliki alur yang logis. Gunakan kalimat penghubung di antara masing-masing poin sehingga pidato kamu mudah didengar.
Argumen kamu harus didukung oleh data-data dari penelitian objektif dan bukan murni opini atau pendapat pribadi yang subjektif. Gunakan contoh, analogi, dan cerita sehingga audiens dapat lebih mudah berhubungan dengan topik yang kami bicarakan.
3. Atasi kontra-argumen
Setiap teori atau pemikiran yang seimbang akan selalu perlu membahas dan juga membantah argumen tandingan yang dibuat untuk menentangnya.
Saat menjelaskan sudut pandang yang berlawanan, jangan menjelaskannya dengan cara yang bias – jelaskan dengan cara yang sama seperti yang akan dijelaskan oleh seseorang yang berpandangan demikian.
Dengan begitu, kamu tidak akan mengganggu audiens yang tidak setuju dengan kamu dan kamu akan menunjukkan bahwa kamu telah mencapai sudut pandang kamu melalui penilaian yang masuk akal. Cukup identifikasi setiap argumen kontra dan berikan penjelasan terhadap mereka.
Baca Ini Juga: Cara Membuat Cerpen yang Menarik dalam 6 Langkah Mudah
4. Penutupan yang berkesan
Kalimat penutup pidato adalah kesempatan terakhir kamu untuk meyakinkan audiens kamu tentang apa yang kamu bicarakan. Itu juga kemungkinan besar adalah kalimat yang paling mereka ingat tentang seluruh pidato kamu, jadi pastikan itu kalimat yang bagus!
Pidato persuasif paling efektif diakhiri dengan ajakan bertindak (call to action) . Misalnya, jika kamu berbicara tentang donasi bencana alam, ajakan bertindak kamu mungkin meminta audiens untuk memberikan sejumlah uang dengan ikhlas.
Jika audiens mengajukan pertanyaan kepada kamu, pastikan kamu mendengarkan dengan cermat dan penuh rasa hormat untuk pertanyaan lengkapnya. Jangan menyela di tengah pertanyaan atau bersikap defensif.
Contoh Kerangka Pidato Persuasif
1. Tujuan pidato
Untuk membujuk audiens saya untuk menyumbangkan darah melalui Palang Merah Indonesia.
2. Pendahuluan
- Tahukah Anda bahwa darah yang Anda sumbangkan ke Palang Merah Indonesia menyelamatkan 100.000 nyawa per tahun?
- Orang harus mendonorkan darah karena itu mudah. Meskipun mungkin ada sedikit rasa sakit, itu sangat berharga karena menyelamatkan begitu banyak nyawa (intermezo: dan kamu mendapatkan makanan ringan yang enak).
3. Isi
a. Donor darah itu mudah
- Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam
- Anda hanya berbaring dan membiarkan perawat melakukan pekerjaan
- Biasanya tidak terlalu sakit atau sama sekali tidak sakit
b. Darah yang Anda berikan menyelamatkan nyawa manusia
- Orang yang mengalami kecelakaan, penderita kanker, orang yang menjalani operasi, dan wanita yang memiliki bayi diselamatkan
- Bercerita tentang seorang wanita bernama Lina yang hidupnya terselamatkan ketika dia mulai mengalami pendarahan setelah kelahiran anak kembarnya.
c. Aku, aku dan aku. Anda tetap mendapatkan makanan ringan!
- Anda tidak diperbolehkan pergi sampai Anda memiliki sesuatu untuk dimakan dan diminum, seperti kerupuk, kue, dan jus
- Di beberapa lokasi donor darah ada yang menyumbangkan makanan!
4. Kesimpulan pidato
- Call to action: Ada donor darah Jumat ini di pom bensin dari jam 10 sampai 3. Ayo mulai kebiasaan donor darah segera.
- Jika Anda tidak dapat mendonor pada hari Jumat ini, saya mendorong Anda untuk mendonorkan darah melalui Palang Merah Indonesia di lain waktu karena mudah, Anda akan mendapatkan makanan ringan yang enak dan yang terpenting, Anda akan menyelamatkan nyawa!
Nah itu tadi adalah pembahasan tentang bagaimana cara membuat pidato persuasif yang baik dan benar dari hargabelanja.com. Terimakasih telah berkunjung dan semoga sukses selalu!
Baca Ini Juga:

