Harga Belanja- Jurusan psikologi dengan psikiatri merupakan dua hal yang mungkin masih sulit dibedakan oleh orang-orang awam. Pasalnya keduanya sama-sama menangani masalah kejiwaan, dimana peran mereka belajar menganalisa tindakan atau gangguan pada diri manusia.
Akan tetapi, meskipun begitu mereka memiliki peran yang berbeda. Hal ini bisa dibedakan dari studi kasus yang mereka tangani pun memiliki perbedaan alur. Lebih simplenya, jika studi psikolog menangani secara non-medis maka studi psikiatri sebaliknya.
Perbedaan Jurusan Psikologi dengan Psikiatri

Jurusan psikologi dengan psikiatri ini memiliki perbedaan yang mendasar dari segi keprofesionalan. Contohnya lapangan kerja dari lulusan psikologi jauh lebih luas dibanding psikiatri. Ingin mengetahui lebih lanjut apa perbedaannya? Yuk simak pembahasannya.
1. Latar Belakang Pendidikan
Psikolog adalah jurusan yang mempelajari ilmu sosial, sedangkan psikiatri termasuk studi cabang ilmu kedokteran. Untuk dapat menjadi seorang psikolog maka harus menempuh pendidikan dan menyelesaikan pendidikan S1 dari Ilmu Psikologi terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan meneruskan program profesi untuk belajar praktik menjadi psikolog. Sedangkan psikiatri sebenarnya merupakan spesialisasi dari ilmu kedokteran. Jurusan psikiatri dapat ditempuh setelah menempuh pendidikan dan gelar kedokteran umum terlebih dahulu.
Pelatihan residensi biasanya dalam kurun waktu empat tahun dengan pengkhususan di bidang psikiatri. Baru setelah lulus masa residensi, psikiater akan bergelar dokter dan Spkj (Spesialis Kesehatan Jiwa).
2. Materi Yang Dipelajari
Jurusan psikologi mempelajari kondisi psikologi seseorang dari berbagai faktor, sedangkan Psikiatri hanya seputar tentang kesehatan mental dan jiwa seseorang. Hal ini nantinya bisa berimbas pada dunia pekerjaan dimana fungsinya sangatlah berbeda.
Seorang psikiater ini dapat menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi medis dan kelainan susunan saraf pada penderita penyakit jiwa. Selain itu ia juga bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang dilakukan.
Sementara psikolog menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi non medis seperti pola asuh, susunan keluarga, tumbuh kembang selama anak-anak hingga dewasa, hingga pengaruh lingkungan sosial. Psikolog ini hanya berfokus pada terapi psikososial untuk perilaku, pikiran dan emosi pasien.
3. Mempelajari Gejala dari Sisi Yang Berbeda
Di jurusan psikologi mempelajari perkembangan serta latar belakang psikolog seseorang menurut teori dari ilmunya. Sehingga seorang psikolog hanya mempelajari aspek sosial yang berhubungan dengan sebab-akibat perilaku.
Adapun di jurusan psikiatri, mahasiswanya akan mempelajari ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Dari hal itu, bisa menelaah atau menganalisis penyebab seseorang mengalami gangguan sehingga psikiater dapat memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi).
Terapinya sendiri dapat berupa stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien. Dengan demikian seorang psikiater bisa disebut dokter untuk luka yang tak kasat mata.
4. Praktik
Meskipun psikolog dan psikiater dalam praktiknya sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan memiliki konsentrasi yang sama. Yaitu berupaya dalam penanganan, pencegahan, diagnosis dan juga pemberian terapi.
Kedua jurusan ini bekerja sama untuk saling berkoordinasi dalam memberikan terapi terbaik sebagai wujud dari pengamalan ilmunya. Psikologi dapat melakukan terapi pada pasien setiap minggu untuk konseling psikososial. Sedangkan psikiater akan melakukan terapi setiap minggu atau bulanan untuk psikoterapi dan psikofarmakologi.
Namun. durasi tersebut dapat tergantung pada kasus dan permasalahan yang dihadapi masing-masing pasien atau kebutuhan klinis pasien. Sehingga psikologi dan psikiater ini dapat bekerja sama.
Jurusan psikologi dengan psikiatri merupakan studi untuk profesi yang tidak bisa dianggap sepele. Sebab masalah kesehatan jiwa atau mental sama penting seperti kesehatan fisik. Jika ada sesuatu yang salah dari hal tersebut tetapi tidak cepat ditangani, maka dapat mengancam kehidupan seseorang. Kunjungi juga rekomendasi.co untuk mendpaatkan informasi menarik lainnya.

