8 Daftar Negatif Investasi yang Dipangkas Oleh Pemerintah

8 Daftar Negatif Investasi yang Dipangkas Oleh Pemerintah

Diposting pada

Pemerintah sepertinya mulai giat dalam penanganan masalah investasi. Baru-baru ini mereka melakukan pelarangan pada beberapa daftar negatif investasi yang dianggap membahayakan. Ini sebagai langkah pencegahan yang sangat bagus.

Sehingga Indonesia bisa bebas dari investasi negatif. Walaupun sebenarnya menguntungkan secara financial. Namun bagi kemanusiaan inni sangat merugikan apalagi dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Lalu apa saja daftar negatif investasi yang dilarang pemerintah saat ini? Berikut saya uraikandaftarnya:

Lanjutkan Membaca

A. Pohon Ganja

Jenis investasi berikut ini yaitu terdapat pada sebuah penanaman pohon ganja. Hal tersebut tentunya akan merugikan negara. Maka dari itu penanaman investasi ini termasuk yang di pangkas oleh pemerintah dan terlarang. Jadi, para investor yang ingin melakukan hal tersebut alangkah lebih baik untuk mencari sebuah investasi yang termasuk ke dalam sebuah daftar positif dari investasi yang diizinkan oleh pemerintah.

B. Judi

Hal lainnya yaitu terdapat pada sebuah investasi dalam dunia perjudian. Investasi ini memang dapat memberikan sebuah penghasilan dan omzet yang cukup besar. Namun hal tersebut merupakan sebuah bisnis investasi yang dilarang oleh pemerintah. Hal ini juga yang banyak mendapatkan sebuah respon negatif dari beberapa investor lainnya.

Baca Ini Juga  Prediksi Harga Eos Dan Analisanya

C. Investasi Yang Tidak Memiliki Izin

Terkadang dalam berinvestasi bagi para investor juga harus memiliki sebuah surat izin dalam membangun sebuah investasi. Oleh karena itu terkadang banyak para investor mengalami sebuah kasus penipuan. Hal tersebut karena kurang memperhatikannya sebuah kelengkapan dari surat izin suatu perusahaan untuk berinvestasi tersebut.

D. Produk Berbahan Merkuri

Hal yang selanjutnya yaitu terdapat pada sebuah perusahaan yang menjual suatu produk dengan bahan yang berbahaya. Investasi ini tentunya termasuk ke dalam sebuah daftar yang dilarang oleh pemerintah. Hal tersebut karena investasi ini bisa merugikan orang lain sehingga wajar saja jika perusahaan tersebut tidak diperbolehkan mendapatkan izin.

E. Industri Bahan Aktif Pestisida

Industri peptisida juga merupakan hal yang masuk ke dalam daftar negatif investasi. Hal ini tentunya suatu investasi yang sangat dilarang oleh pemerintah. Jadi, para investor juga wajib untuk menghindari investasi ini. Agar nantinya investasi yang dilakukan pun dapat membuahkan hasil. Bahkan juga tidak akan membuat investasi yang dilakukan oleh para investor pun ditutup oleh pemerintah.

Baca Ini Juga  Prediksi Harga Qtum Dan Analisanya

F. Pengambilan Biodata Laut

Banyak terkadang orang yang tergiur dengan sebuah iming-iming untuk mendapatkan hasil besar sehingga menghalalkan segala cara. Salah satunya yaitu terdapat pada sebuah pengrusakan sebuah tanaman laut dengan tujuan untuk dijual ke luar negeri. Tentu saja hal ini sangat dilarang oleh pemerintah karena akan merugikan biota hewan laut yang terdapat didalamnya.

G. Menangkap Spesies Dilindungi

Selanjutnya yaitu terdapat pada sebuah investasi menangkap sebuah hewan yang dilindungi oleh pemerintah untuk diperjualbelikan. Hal ini tentunya sangat dilarang oleh pemerintah karena akan sangat berbahaya dan tentunya juga dapat merugikan negara. Maka dari itu pemerintah pun telah mengeluarkan sebuah statement mengenai para pelanggar yang melakukan kegiatan ini akan dikenakan sebuah hukum yang sesuai dengan aturan yang berlaku di pemerintahan.

H. Investasi Penjualan Barang-barang Bebas Pengawasan Bea Cukai

Hampir sebagian orang terkadang memilih untuk melakukan suatu usaha penjualan barang-barang yang terlarang dan tidak masuk ke dalam sebuah badan pengawasan bea cukai. Tentu saja kegiatan ini juga termasuk ke dalam sebuah daftar negatif investasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi, diharapkan bagi warganya untuk mematuhi sebuah larangan tersebut dan tidak mencoba untuk melanggarnya.

Baca Ini Juga  Prediksi Harga Saham WIKA dan Analisanya