Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian:.| Unsplash.co
Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian:.| Unsplash.co

Harga Belanja- Limbah yang dihasilkan perusahaan pakaian adalah semua sisa bahan-bahan produksi. Diantaranya seperti kain perca atau potongan bahan yang tidak terpakai, kertas dan benang sisa. Hal ini tentu menjadi persoalan lingkungan karena jumlah yang disumbangkan limbah tentu selalu berjumlah banyak atau besar.

Limbah industri pakaian di Indonesia sendiri termasuk permasalahan yang menyumbang total timbulan berbagai jenis masalah lingkungan. Pasalnya perkembangan industri tekstil di negara Indonesia pun dapat dikatakan cukup pesat dan bisa memberikan dampak bagi lingkungan yang perlu diperhatikan. Untuk itu, yuk berkenalan dengan berbagai jenis limbah perusahaan pakaian terlebih dahulu agar mengerti pemecahan masalahnya!

Jenis Limbah yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian

Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian:.| Unsplash.co
Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian:.| Unsplash.co

Pengertian limbah industri pakaian terdapat beberapa perbedaan dari yang dikemukakan oleh berbagai ahli.  Namun pada umumnya limbah pakaian di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu tekstil dan non-tekstual yang dibagi lagi setiap kategorinya menjadi beberapa bagian dan berdasarkan pemakain. Untuk uraian lebih lanjutnya sebagai berikut :

Baca Ini Juga  Rekomendasi Kado Ulang Tahun untuk Ayah

1. Limbah Industri Pakaian 

Limbah industri pakaian termasuk kategori tekstil dan produknya sendiri secara teknis dan struktur dibagi lagi menjadi tiga sektor, yakni :

  • Sektor Industri Hulu

Untuk sektor pertama yaitu industri hulu merupakan perusahaan yang memproduksi serat. Mulai dari serat alami, buatan atau sintesis melalui proses spinning (pemintalan) menjadi produk (unblended dan blended yarn). Dengan sifatnya yang bersifat automatic, padat modal, output setiap tenaga kerjanya besar dengan jumlah tenaga kecil, dan berskala besar. Dalam hal ini limbah yang disumbangkan tentu mulai dari seratnya sendiri.

  • Sektor Industri Menengah

Untuk sektor industri menengah adalah perusahaan yang menggunakan proses pengayaman melalui cara pertemuan, rajut, penyempurnaan, dan pencapan untuk menjadi sebuah kain. Untuk teknologi dari industri menengah atau madyan ini berkembang secara modernisasi dan memiliki jumlah tenaga kerja yang lebih tinggi dibanding sektor industri hulu dan semi padat modal. 

  •  Sektor Industri Hilir

Terakhir sektor industri hilir adalah perusahaan garment yang mencakup segala kegiatannya. Seperti proses sewing, cutting, dan finishing dengan memperoleh kain yang telah melalui serangkaian langkah dan siap untuk dijahit. Dimana sifat dari industri ini padat karya sehingga membutuhkan tenaga kerja yang banyak. 

Baca Ini Juga  Harga Sewa Genset Harian Paling Murah dan Berkualitas

2. Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian: Non Industri

Limbah pakaian non industri merupakan kebalikan dari poin satu. Dengan merujuk pada arti kata tekstil yang memiliki keterkaitan pada proses pembuatan serat, pembuatan benang, dan pembuatan kain. 

Dimana Garment adalah sebuah perusahaan yang memproses atau mengubah kain menjadi produk tekstil untuk dijadikan produk pakaian jadi dan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Contohnya Clothing textile sebagai produk pakaian, sementara tekstil rumah tangga adalah limbah produk yang dipakai secara langsung di rumahan. Mulai table linen, bed linen, toilet linen, dan kitchen linen.

3. Limbah Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian: Tingkat Manufaktur

Ketiga jenis limbah industri pakaian ini adalah berdasarkan tingkat pemakaian. Dimana limbah industri tingkay manufaktur merupakan jenis permasalahan yang disumbamgkan oleh sebuah pabrik atau perusahaan pakaian. 

Mulai dari sisa produksi seperti kain dan benang dalam jumlah yang tidak sedikit setiap harinya. Bahkan limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan dan mengandung bahan kimia. 

4. Limbah Yang Dihasilkan Perusahaan Pakaian: Baju Bekas Tingkat Konsumen

Limbah pakaian tidak hanya berasal dari manufaktur, sebab di tingkat konsumen pun dapat ditemukan jenis limbah pakaian bekas. Coba bayangkan saja besarnya konsumsi pakaian Indonesia dan berapa besar limbah fashion yang dihasilkannya.

Baca Ini Juga  5 Manfaat Menggunakan Pembalut, Yuk Simak Infromasinya!

Meskipun di negara-negara maju jumlah belanja produk fashion justru memang jauh lebih tinggi. Sehingga tentu turut berdampak pada peningkatan jumlah produksi yang sekali lagi menambah limbah di tingkat manufaktur.

Limbah yang dihasilkan dari perusahaan pakaian adalah tentu yang berkaitan dengan produksi kain. Namun, perbedaan setiap limbahnya di Indonesia sendiri dapat dibedakan berdasarkan industri dan pemakaian. Kamu juga bisa membaca di rekomendasi.co untuk menemukan artikel menarik lainnya.

Bagikan: