Harga Belanja- Cerita rakyat atau folklor mungkin sudah cukup sering kamu dengar sebagai kisah yang melekat pada lokal kebudayaan. Dari ragam adat yang memuat unsur asal-usul suatu daerah, tokoh, hingga cerita tentang binatang di zaman dahulu. Namun, tahukah kamu bagaimana cara perkembangan cerita tersebut sehingga dapat dikenal menjadi suatu kisah?
Mengingat perkembangan zaman sekarang tidak menutup kemungkinan jika masih ada sebagian anak yang belum mengetahui apa itu cerita folklor. Apalagi minat terhadap literasi di Indonesia sendiri juga cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, yuk simak pembahasan berikut sebagai salah-satu upaya melestarikan cerita!
Materi Cerita Rakyat

Materi cerita rakyat termuat dalam modul pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 kurikulum merdeka. Meliputi pembahasan tentang pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan jenis dari cerita folklor, untuk uraian lebih lanjutnya sebagai berikut :
1. Pengertian Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah suatu kisah yang dapat dipahami menjadi cerita masyarakat zaman dahulu dan berkembang secara luas dari mulut ke mulut. Sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan hingga generasi selanjutnya untuk menjunjung tinggi nilai leluhur. Cerita folklor ini termasuk kategori fiksi karena sulit ditemukan kebenarannya.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih kentara dengan adat kebudayaan mempercayai folklor tersebut. Bahkan ada beberapa bukti yang berkaitan dengan folklor dapat disaksikan hingga sekarang. Meskipun beberapa folklor memberikan bukti yang tidak sesuai penjelasan secara ilmiah.
2. Ciri-Ciri Folklor
Ada beberapa ciri dari folklor yang dapat kamu gunakan untuk membedakan dengan cerita zaman sekarang. Seperti folklor dituturkan secara lisan. Artinya, cerita disampaikan secara turun-temurun melalui mulut ke mulut hingga tidak diketahui siapa pembuatnya. Selain itu, mengandung nilai-nilai luhur kemasyarakatan yang bersifat tradisional.
Namun, cerita juga memiliki banyak versi dan variasi yang memberi bentuk klise dalam struktur atau cara pengungkapannya. Ciri-ciri ini tentu menjadi tanda yang dapat membedakan dengan isi karya kontemporer zaman sekarang.
3. Fungsi Cerita Rakyat
Sementara fungsi dari folklor pada dasarnya untuk dapat menyampaikan atau mewariskan nilai-nilai luhur kepada masyarakat. Hal ini karena, cerita rakyat memang mengandung unsur amanat yang sangat kental dengan kebudayaan. Mulai dari fungsi sarana pendidikan yang memberi pesan atau amanat kepada pembaca atau pendengar.
Perihal nilai moral dalam kisah-kisah yang dihadirkan. Sebagai fungsi sarana hiburan karena banyak folklor yang memuat unsur jenaka. Nilai hiburan ini tetap berangkat dari pengalaman keseharian masyarakat zaman dahulu yang sangat relevan untuk keadaan sekarang.
Lalu adanya fungsi sosial dan budaya yang dapat memperkokoh suatu masyarakat melalui nilai-nilai sosial dan budaya. Melalui isi beberapa cerita folklor yang menyimpan banyak ajaran tentang etika dan moral sebagai pedoman bagi masyarakat. Perlu kamu ketahui bahwa folklor juga banyak memiliki cerita menyimpang yang memuat larangan dan pantangan.
4. Jenis-jenis Folklor
Menurut penelitian William R Bascom folklor ini dibagi menjadi tiga golongan besar. Beberapa diantaranya mitos atau mite yang dipahami sebagai sebuah cerita prosa rakyat dan diyakini kebenarannya setelah empu dari masyarakat tersebut mengakui kesucian. Cerita mite sendiri merupakan kisah yang memiliki tokoh utamanya adalah dewa atau makhluk setengah dewa
Legenda adalah jenis kedua dari folklor yang mengisahkan rosa rakyat dengan ciri-ciri hampir sama seperti mite. Namun, tokoh utama dalam cerita legenda merupakan manusia yang tidak jarang dianugerahi kekuatan luar biasa. Contohnya, kisah sangkuriang dan Roro Jonggrang. Sementara untuk jenis cerita folklor ketiga yaitu dongeng yang tidak memiliki keterkaitan waktu maupun tempat dengan dunia saat ini. Baca juga informasi lainnya melalui rekoemndasi.co.

