Gambar dalam artikel Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit, Jangan Anggap Enteng! Hargabelanja.com
(Source: Freepik)

Konstipasi atau sembelit merupakan masalah kesehatan yang kerap dialami banyak orang. Apa penyebab sembelit? Bagaimana cara mengatasi sembelit?

Meskipun sembelit sering dianggap masalah kesehatan biasa, namun sebaiknya Anda menyikapinya secara serius.

Berikut adalah pembahasan mengenai apa itu sembelit dan beberapa penyebabnya. Setelah itu, hargabelanja.com juga akan membagikan 5 cara mengatasi sembelit yang mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda.

Sembelit adalah

Gambar dalam artikel Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit, Jangan Anggap Enteng!
(Source: Al Hilal Hospitals)

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi ketika kita sulit buang air besar. Tandanya, frekuensi buang air besar (BAB) kita lebih sedikit daripada biasanya.

Hal ini lantaran feses (tinja) tertahan di usus besar dalam waktu yang cukup lama.

Frekuensi BAB normal berkisar antara 3 – 12 kali dalam seminggu, sebagaimana dikutip dari situs AKG FKM Universitas Indonesia. Sementara, sembelit adalah keadaan saat frekuensi BAB Anda kurang dari 3 kali dalam seminggu diikuti dengan tekstur (konsistensi) feses yang keras.

Apa penyebab terjadinya sembelit dan bagaimana cara mengatasi sembelit? Simak pembahasan berikut.

Tahukah Anda, 7 Hal Ini Adalah Penyebab Sembelit

Berikut adalah beberapa penyebab sembelit. Agar tidak mengalami sembelit atau susah buang air besar sebaiknya Anda menghindari hal-hal berikut.

1. Kurang Minum / Kurang Asupan Cairan

Kurang minum atau kurang asupan cairan termasuk salah satu penyebab sembelit.

Seperti diterangkan Dr. Moghaddam, dalam usus besar terdapat water receptor (reseptor air) yang menarik (mengumpulkan) air dari seluruh tubuh untuk melunakkan feses.

Jika seseorang kurang asupan cairan maka efek samping yang mungkin terjadi adalah feses menjadi keras dan susah buang air besar (sembelit).

Hal ini biasanya juga diikuti dengan efek samping lain, seperti sakit perut dan kram.

2. Kurang Konsumsi Buah atau Makanan Kaya Serat

Hal yang dapat menyebabkan sembelit adalah kurangnya mengonsumsi buah maupun makan yang mengandung serat tinggi.

Serat tak larut diketahui membantu mempercepat perpindahan makanan dalam saluran pencernaan sehingga dapat meredakan sembelit.

Anda bisa menemukan serat tak larut pada produk whole grain, sayuran, dan kacang-kacangan.

Serat juga terdapat di buah-buahan seperti apel, kurma, strawberry, alpukat, raspberry, dan sebagainya.

Meskipun serat memiliki banyak manfaat, tetapi Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat secara bertahap untuk menghindari efek samping kembung dan gas berlebih.

Kebutuhan asupan serat harian yang disarankan untuk dipenuhi adalah sekitar 28 gram. Pria dan wanita bisa memiliki kebutuhan yang berbeda. Usia juga turut mempengaruhi kebutuhan.

3. Kurang Olahraga / Kurang Gerak

Kurang olahraga maupun kurang gerak dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, sebaiknya Anda rajin berolahraga.

Dilansir Webmd, ada beberapa jenis olahraga yang bagus untuk meredakan konstipasi, diantaranya adalah jalan, lari, jogging, renang dan swing dancing.

Selain itu, stretching dan yoga juga dapat membantu meredakan konstipasi.

Sebenarnya, berdiri dan bergerak sudah cukup untuk membantu memperlancar buang air besar. Tapi, Anda juga bisa melakukan aktivitas olahraga aktif seperti beberapa yang telah disebutkan diatas.

4. Sering Menahan BAB

Apa Anda sering menahan keinginan buang air besar? Kebiasaan ini bisa memperburuk konstipasi lho.

Dilansir Better Health, kebiasaan menunda BAB bisa menyebabkan lebih banyak air diserap dari feses. Walhasil, feses pun mengeras sehingga lebih sulit dikeluarkan.

Jika Anda sering menunda BAB maka kemungkinan besar kepekaan tubuh terhadap sinyal BAB menjadi berkurang. Dengan kata lain, Anda semakin sulit menyadari keinginan untuk BAB.

5. Stress atau Depresi

Tak dinyana, ternyata stress dan depresi termasuk penyebab sembelit. Dilansir Medical News Today, efek hormon stress pada tubuh dapat memicu konstipasi.

Selain itu, pengaruh hormon epinefrin dan kortikotropin juga bisa berpengaruh.

Stress pun diketahui bisa mempengaruhi bakteri sehat normal di usus. Hal ini tidak hanya dialami orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak.

6. Penggunaan Obat Pencahar Secara Berlebihan

Penggunaan obat pencahar secara berlebihan juga bisa menyebabkan sindrom malas BAB.

Kondisi ini bisa membuat usus gagal berfungsi secara normal. Hal ini dikarenakan usus terbiasa dengan efek obat pencahar.

Jadi, sebaiknya batasi penggunaan obat pencahar. Lebih baik minum 8 gelas air putih setiap hari untuk mengatasi sembelit.

7. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar juga merupakan penyebab sembelit. Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan. Oleh karena itu, ketika sel kanker menyerang maka sebagian besar sistem pencernaan bisa terganggu.

Salah satu gejala kanker usus besar adalah BAB berdarah. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya seperti konstipasi atau justru sering BAB, kram, perut kembung, tubuh lemah dan berat badan menurun.

Usus besar sendiri merupakan bagian dari sistem pencernaan yang tersambung dengan rektum dan anus.  Fungsinya adalah menyerap air pada feses yang ingin dikeluarkan.

Kanker usus besar biasanya ditandai dengan munculnya polip atau gumpalan kecil jinak yang kemudian tumbuh menjadi kanker.

Itulah beberapa penyebab sembelit yang patut Anda waspadai. Lantas, bagaimana cara mengatasi sembelit? Simak pembahasan berikut ini.

5 Cara Mengatasi Sembelit

1. Minum Kopi Berkafein

Bagi sebagian orang, minum kopi dapat merangsang otot-otot sistem pencernaan. Karena itulah, Anda mungkin merasa mulas dan ingin BAB setelah minum kopi.

Hal ini didukung sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1998. Studi tersebut menemukan bahwa kopi berkafein bisa menstimulasi usus dengan cara yang sama seperti makanan.

Efeknya ternyata 23 persen lebih kuat daripada minum kopi tanpa kandungan kafein dan 60 persen lebih kuat daripada minum air putih biasa.

Diketahui kopi mengandung sedikit serat larut yang bisa membantu mencegah konstipasi. Walhasil, kopi membantu meningkatkan keseimbangan bakteri usus.

Tak heran, minum kopi menjadi cara mengatasi sembelit yang efektif. Sudah mencobanya?

2. Banyak Konsumsi Makanan Kaya Serat

Cara mengatasi sembelit yang berikutnya adalah meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat. Contohnya adalah buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Serat membantu meningkatkan berat feses serta mempercepat perjalanannya melalui usus.

Tapi, bukan berarti Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berserat dalam jumlah besar secara langsung. Hal ini justru dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti gas dan kembung.

Sebaiknya tingkatkan konsumsi makanan berserat secara bertahap. Hal ini jauh lebih baik untuk memperlancar buang air besar dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

3. Minum Air Putih

Minum air putih adalah cara mengatasi sembelit yang cukup populer. Banyak orang memilih cara ini untuk mengobati masalah konstipasi yang mereka alami.

Sebagaimana dijelaskan di atas, salah satu penyebab sembelit adalah kurang asupan cairan. Dengan banyak minum air putih maka Anda membantu mencukupi kebutuhan asupan cairan tubuh.

Minuman bersoda juga diketahui cukup efektif dalam meredakan sembelit. Hal ini termasuk pada orang dengan gangguan pencernaan, dispepsia, dan pengidap sembelit idiopatik kronis.

Tetapi, efek sebaliknya ditunjukkan minuman soda manis. Minuman ini justru dapat memperburuk sembelit.

Mengutip Kompas.com, sebagian orang yang mengidap sindrom iritasi usus besar (IBS) menemukan bahwa minuman berkarbonasi justru memperparah gejalanya. Jika Anda mengidap sindrom ini, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi minuman soda baik dengan gula maupun tanpa gula.

4. Konsumsi Makanan atau Minuman Tinggi Probiotik

Cara mengatasi sembelit selanjutnya adalah mengonsumsi makanan / minuman tinggi probiotik seperti yoghurt dan kimchi. Hal ini karena probiotik diketahui dapat mencegah sembelit kronis.

Probiotik hidup mengandung bakteri baik yang sebenarnya juga ditemukan di usus secara alami. Contohnya seperti bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Dengan mengonsumsi makanan probiotik, maka Anda membantu meningkatkan jumlah bakteri baik tersebut.

Hal ini dapat meredakan sembelit karena biasanya sembelit kronis disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di usus.

Suatu studi pada tahun 2019 mendapati bahwa mengonsumsi makanan probiotik selama 2 minggu bisa membantu mengatasi sembelit dan meningkatkan konsistensi feses & frekuensi BAB.

Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa mencoba mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi, produk susu (contoh: keju) dan processed food.

5. Konsumsi Makanan atau Minuman Tinggi Prebiotik

Cara mengatasi sembelit selanjutnya adalah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi prebiotik.

Probiotik dan prebiotik berbeda. Jika probiotik adalah bakteri baik, maka prebiotik adalah asupan makanan yang dapat menunjang pertumbuhan bakteri baik tersebut.

Prebiotik merupakan serat karbohidrat yang tak dapat dicerna, termasuk inulin dan oligosakarida.

Prebiotik dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan, yakni dengan cara “memberi makan” bakteri baik di usus. Hal ini pada akhir dapat meredakan sembelit.

Itulah mengapa ketika Anda mengonsumsi makanan prebiotik maka frekuensi BAB meningkat dan tekstur feses pun lebih lunak.

Contoh makanan prebiotik adalah bawang putih, daun bawang, pisang, buncis, dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatasi sembelit. Jika Anda mengalami sembelit dalam waktu yang lama, maka sebaiknya Anda waspada. Kenapa? Simak pembahasan berikut.

Jangan Dibiarkan, 6 Komplikasi Sembelit yang Berlangsung Lama Harus Diwaspadai

Sembelit ringan umumnya terjadi dalam jangka waktu pendek. Sembelit ini biasanya tidak menyebabkan komplikasi. Selain itu, sembelit ringan cenderung mudah diobati dengan perawatan mandiri.

Tapi lain halnya dengan sembelit yang berlangsung lama. Sembelit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi seperti:

Wasir

Wasir adalah keadaan saat pembuluh darah di rektum atau anus membengkak dan meradang. Peradangan bisa terjadi diluar maupun didalam.

Wasir luar biasanya diikuti dengan rasa gatal atau nyeri ketika buang air besar (BAB).

Sementara, wasir dalam biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi, feses Anda mungkin terlihat berwarna merah cerah.

Fisura Anus

Luka atau robekan di bagian anus dinamakan fisura anus. Secara umum, hal ini disebabkan tekstur feses yang keras.

Akibatnya, anus bisa mengalami sakit, mengeluarkan darah, dan atau merasakan gatal.

Prolaps Rektum

Prolaps rektum merupakan salah satu komplikasi sembelit yang terjadi ketika rektum (bagian akhir dari usus besar) menonjol keluar dari anus dan terlihat di bagian luar tubuh.

Komplikasi ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan seringkali bisa hilang tanpa perawatan.

Impaksi Feses

Impaksi feses adalah keadaan saat feses sangat keras sehingga tidak bisa dikeluarkan melalui cara buang air besar (BAB) yang normal.

Hal ini bisa menyebabkan sakit perut dan kram. Seringkali, komplikasi ini diatasi dengan cara konsumsi obat, enema, atau irigasi air.

Itulah beberapa komplikasi sembelit jangka panjang yang patut diwaspadai. Sebaiknya Anda segera menerapkan cara mengatasi sembelit atau mengambil langkah pengobatan / perawatan agar keadaan tidak semakin memburuk.

Tifani Mifta

A versatile SEO Copywriter who loves to share valuable information related to business, education, tips, and SEO.