startup unicorn dunia

7 Startup Unicorn Dunia dengan Valuasi ‘Sultan’

Diposting pada

Last updated 07 November, 2022

Terdapat sebanyak 1.192 startup unicorn di dunia. Sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, kemudian Asia, Eropa, Kanada dan berbagai kawasan lainnya. Dari 1.192 nama tersebut, tujuh diantaranya merupakan startup unicorn dengan valuasi tinggi. Apa saja startup tersebut? Cek selengkapnya dalam artikel ini!

Tujuh Startup Unicorn Dunia Bervaluasi Sultan

startup unicorn dunia

ByteDance

ByteDance merupakan perusahaan teknologi asal China yang memproduksi beberapa platform edukasi, hiburan dan informasi. Salah satu produknya sudah Anda kenal cukup baik, yakni Tiktok (aplikasi video berdurasi pendek) dan Babe (aplikasi agregrator berita)

Valuasi ByteDance

Startup unicorn dunia ini boleh disebut hectocorn karena valuasinya sudah di atas USD 100 miliar. Kabarnya, valuasi ByteDance sekitar USD 140 miliar (CB Insights). 

Meski menduduki peringkat pertama dalam daftar startup unicorn dengan valuasi sultan, namun sebenarnya ByteDance belum memiliki popularitas begitu tinggi. 

Perjalanan ByteDance menuju sukses pun tidak mudah. Sebuah sumber mengatakan bahwa startup ini sempat melewati proses berliku dalam menjalankan bisnisnya.

Di awal perjalanannya, ByteDance menjadi anak tiri di dalam negeri sendiri. Dengan kata lain, startup ini tak memperoleh banyak dukungan dari masyarakat. 

Selain itu, ByteDance juga kerap memicu warta kontroversial, salah satunya kala startup ini menantang pemerintah AS. Lalu, baru-baru ini CEO ByteDance dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya, padahal perusahaan tengah naik daun. 

Beberapa investor yang menyokong startup ini antara lain adalah General Atlantic, SoftBank, Sequoia Capital, Source Code Capital dan beberapa investor kelas kakap lainnya. 

Merilis Berbagai Aplikasi 

tiktok dalam artikel 7 startup unicorn dunia bervaluasi menjulang

Jauh sebelum merilis Tiktok, ByteDance merilis aplikasi pertama bernama Neihan Duanzi. Aplikasi tersebut merupakan sebuah platform berbagi humor. Namun, ByteDance menarik aplikasi tersebut karena bertentangan dengan pemerintah China. 

Hal tersebut tak menghentikan langkah ByteDance untuk terus berinovasi dan menelurkan aplikasi-aplikasi baru. ByteDance pun merilis Douyin. 

Melalui aplikasi ini, nama ByteDance mulai dikenal luas dan menerima sambutan hangat dari berbagai kalangan. Meskipun begitu, beberapa pihak tetap melemparkan kritikan pedas pada ByteDance karena Douyin ternilai cukup mirip dengan aplikasi lain bernama Musical.ly. Tetapi menariknya, ByteDance justru berhasil mengakuisisi aplikasi Musical.ly. 

Setelah itu, startup ini merilis platform video singkat yang kini meledak di berbagai negara, yakni Tiktok

Tiktok merupakan salah satu aplikasi mobile dengan jumlah unduhan terbanyak di dunia. Di Playstore, aplikasi ini telah diunduh sebanyak lebih dari 500 juta kali.  

SpaceX

Perusahaan Elon Musk ini termasuk salah satu startup Amerika Serikat yang valuasinya cukup mengesankan. Pada lingkup bisnis padat modal, SpaceX telah mengumpulkan USD 337,4 juta di bulan Desember 2021 serta USD 1,16 miliar pada pembiayaan ekuitas bulan April lalu. 

Valuasi SpaceX

Seperti ByteDance, startup unicorn yang berikut ini juga laik dijuluki hectocorn. Sebab, valuasinya mencapai sekitar USD 127 miliar (CB Insights). Lebih lanjut mengenai perbedaan status unicorn, decacorn dan hectocorn dapat Anda simak disini.

Baca Ini Juga  Tempat dan Cara Download Aplikasi Versi Lama di HP Android Terbaru

Sebagai perusahaan roket, SpaceX bersaing dengan Blue Origin milik Jeff B Dan Virgin Galactic milik Richard Branson. 

SpaceX sudah meluncurkan sejumlah muatan kargo dan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk NASA. Selain itu, dalam waktu setahun SpaceX telah melakukan 19 peluncuran roket. 

SHEIN

Startup asal China yang merupakan retailer fast-fashion ini juga berhasil masuk dalam daftar 5 startup unicorn dengan valuasi sulta. SHEIN menduduki peringkat ke 3 dan memiliki nilai valuasi yang cukup fantastis. 

Valuasi SHEIN 

Valuasi SHEIN cukup mengejutkan dunia karena mencapai sekitar USD 100 miliar (CB Insights). Padahal dari seribu lebih startup unicorn yang terdaftar secara global, hanya sedikit yang bergerak di bidang fashion.

Selama ini SHEIN terkenal sebagai retailer online untuk produk fashion dengan harga terjangkau.  Dengan valuasi tersebut, SHEIN berhasil menyisihkan kompetitornya, yakni ZARA dan H&M yang mendominasi rantai jual beli fast-fashion terbesar di dunia bila keduanya bergabung bersama.

Banyak analis di bidang retailer terkejut dengan kesuksesan SHEIN tersebut. Sebab, bidang fast-fashion kurang  menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Jadi, bagaimana SHEIN bisa berada di posisi tersebut?

Strategi Sukses SHEIN

Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju kesuksesan SHEIN. Tetapi, kampanye via media sosial merupakan salah satu yang berperan cukup signifikan. Di Tiktok misalnya, ada tagar SHEIN haul yang merupakan kampanye membeli produk fashion di SHEIN. Orang-orang yang mengikuti kampanye tersebut biasanya menghabiskan sejumlah uang untuk berbelanja di SHEIN lalu memamerkan struk belanja mereka di Tiktok. Tujuannya beragam, mulai dari mempopulerkan SHEIN, sekadar ikut tren, hingga pamer besarnya biaya yang mereka habiskan untuk berbelanja. Ada pula yang mengikuti kampanye tersebut karena tergiur harga produk SHEIN yang murah, padahal mereka tidak membutuhkan produk yang mereka beli. 

SHEIN telah mengirimkan produknya ke lebih dari 220 negara. Namun, SHEIN juga tak lepas dari beberapa kontroversi, seperti peningkatan limbah pakaian, pencemaran lingkungan dan sebagainya. 

STRIPE 

STRIPE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan pembayaran. Platform yang satu ini memiliki keunggulan dalam hal menerima pembayaran dari luar negeri. 

Valuasi STRIPE

Valuasi STRIPE sekitar USD 95 miliar (CB Insights). 

Selain menawarkan payment gateway, STRIPE juga menawarkan produk yang memudahkan sistem berlangganan, pembuatan kartu pembayaran baik dalam bentuk fisik Maupun virtual, dan proteksi fraud berbasis machine leearning. 

Payment Gateway dengan Layanan Bervariatif

Di Indonesia, platform seperti STRIPE sudah banyak berkembang. Ada DOKU, Midtrans, Xendit dan beberapa nama lain yang tak kalah populer. Tetapi, STRIPE menawarkan layanan cukup bervariatif.  

Perusahaan yang berkibar sejak 2009 ini berhasil mengamankan pendanaan hingga seri G plus. Startup unicorn dunia yang berbasis di San Fransisco California, Amerika Serikat dan Dublin Irlandia ini memperoleh suntikan dana dari beberapa perusahaan modal ventura kelas kakap seperti Sequoia Capital dan General Catalyst. 

Baca Ini Juga  Cara Mengisi Baterai Mobil Listrik Di Rumah Dan SPKLU

Meminjam data FORBES, STRIPE telah memfasilitasi banyak transaksi untuk klien, bahkan mencapai miliaran transaksi. Namun, perusahaan fintech raksasa ini tampak jinak-jinak merpati untuk melebarkan sayapnya ke Indonesia. 

Kabar terbaru, STRIPE tengah menjalin kerja sama dengan Advotics. Advotics merupakan startup yang bergerak di bidang software as service. Layanannya terbuka untuk produsen, distributor dan pedagang. 

Dalam kerja sama tersebut, STRIPE membantu Advotics menyediakan fasilitas sistem pembayaran bagi peritel tradisional. 

Canva

Siapa menyangka Canva masuk dalam daftar startup unicorn dunia dengan valuasi sultan? Meski Canva hanya berfokus pada layanan edit dan desain gambar secara online, namun startup ini mampu mencatatkan valuasi tinggi. Bagaimana perusahaan ini menjelma sebagai startup unicorn?

Valuasi Canva

Saat ini, valuasi Canva mencapai sekitar USD 40 miliar (CB Insights). Sebelumnya Canva menerima suntikan modal senilai USD 200 miliar dalam putaran yang dipimpin T. Rowe Price. 

Putaran tersebut mengukuhkan Canva sebagai salah satu platform perangkat lunak (software) paling berharga di luar negeri. 

Canva, Si Aplikasi Sederhana 

Saat merintis Canva pada tahun 2012, CEO sekaligus co-founder Canva, yakni Melanie Perkins, membawa premis yang cukup sederhana. Ia ingin membantu banyak orang dalam hal mendesain slide show (presentasi), brosur, kaus hingga pamflet. 

Tak heran, Canva tampil dengan user interface yang sederhana. Tujuannya untuk mempermudah pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut. 

Bahkan, Canva menyediakan berbagai macam template yang dapat pengguna manfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Melalui fasilitas ini, pengguna tidak perlu melakukan banyak penyesuaian. 

Kebutuhan yang cukup tinggi akan alat desain visual ramah pengguna menempatkan Canva di jantung dunia digital. 

Pengguna Canva tak hanya datang dari kalangan desainer saja melainkan berbagai kalangan. Bahkan, sejumlah perusahaan turut memanfaatkan Canva untuk melakukan desain secara lebih praktis dan kolaboratif. 

Walaupun Canva berfokus pada layanan edit dan desain gambar, namun Canva tidak punya ambisi untuk bersaing dengan Figma, Adobe maupun Sketch. 

Checkout.com

Penyedia layanan pembayaran elektronik ini merupakan salah satu startup unicorn berharga di dunia. Pendirinya adalah Guillaume P yang dulu drop out dari kampus saat berusia 19 tahun. 

Valuasi Checkout.com

Checkout.com merupakan startup unicorn dunia bervaluasi USD 40 miliar. Perusahaan ini mendapat gelar unicorn top di kawasan Eropa. 

Termasuk Unicorn Top di Kawasan Eropa

Checkout bergerak dalam layanan pembayaran elektronik. Perusahaan ini mengintegrasikan pembayaran elektronik dengan analisis dan pemantauan penipuan. Hal ini membuat Checkout.com mirip dengan STRIPE dari Amerika Serikat. 

Perusahaan ini didukung sekitar 1.000 karyawan yang bertempat tinggal di berbagai kawasan berbeda. Secara gamblang, pendiri sekaligus CEO Checkout.com menyalin strategi STRIPE dalam hal mempertimbangkan karyawan baru. Jadi, Checkout memburu orang dengan kualifikasi terbaik. 

Baca Ini Juga  Cara Transfer Menggunakan Aplikasi Dana  

Instacart

Instacart merupakan platform yang berfokus memudahkan pengguna untuk berbelanja bahan makanan di toko terdekat. Aplikasi belanja online ini menyediakan 500 juta produk serta bekerja sama dengan 40.000 toko dan retailer di lebih dari 5.500 kota. 

Valuasi Instacart

Instacart merupakan startup unicorn dunia bervaluasi USD 39 miliar (CB Insights). Platform ini telah memfasilitasi jutaan order dari pengguna di berbagai wilayah. Sayangnya, layanan instacart belum masuk ke Indonesia. 

Pengguna dapat melacak progres orderan dan berkomunikasi dengan pihak toko melalui fitur yang tersedia di aplikasi atau website Instacart.

Mirip Doordash, Tapi Instacart Miliki Ciri Khas Berbeda

Dari segi layanan, Instacart nampak tak berbeda jauh dari aplikasi pengiriman makanan Doordash.Tetapi, sebenarnya kedua platform ini memiliki perbedaan dalam hal target pasar. 

Bila Doordash menyediakan layanan bagi orang-orang yang tertarik memesan makanan di restoran, maka Instacart cenderung menyasar individu atau rumah tangga yang ingin memesan bahan makanan. 

Dengan demikian, Instacart menghubungkan pengguna pada toko bahan makanan, bukannya restoran. Adapun lokasi toko disesuaikan dengan lokasi pengguna (terdekat dari rumah / posisi pengguna). 

Sederhananya, Instacart memposisikan dirinya sebagai aplikasi belanja pribadi. Sementara, Doordash cenderung kepada aplikasi layanan pesan antar makanan restoran. Layanan Doordash mencakup wilayah Amerika Serikat dan Kanada. 

Selain itu, ada pula perbedaan lainnya, yakni Instacart mengizinkan pengguna untuk membeli item lain (selain bahan makanan) melalui aplikasinya. Jadi, pengguna bisa membeli makanan kucing dan beberapa item lain. 

Sementara, Doordash tidak memungkinkan hal tersebut. Doordash lebih memilih menawarkan layanan lain, yakni kemudahan dalam memesan menu vegan dan bebas gluten di sejumlah restoran. 

Kendati, dua aplikasi ini berbeda namun Instacart dan Doordash sama-sama menawarkan biaya pengiriman terjangkau bagi penggunanya. 

Selain itu, Instacart dan Doordash juga menyediakan fitur spesial untuk melacak keberadaaan atau progres pesanan pengguna secara real-time. Jadi, pengguna dapat memantau pesanan mereka dengan mudah.

Itulah 7 startup unicorn dunia dengan valuasi sultan. Sejauh ini, belum ada nama startup unicorn Indonesia yang masuk dalam daftar Big 7 tersebut. Namun, hal ini bukan berarti bahwa startup unicorn Indonesia jauh tertinggal. 

Sebenarnya startup Indonesia mengalami perkembangan. Hanya saja untuk bisa nangkring dalam daftar tersebut, startup Indonesia masih perlu menempuh perjalanan panjang. Yuk dukung startup kita dengan terus menggunakan layanan dan membeli produk dalam negeri!