Leader atau pemimpin bukanlah peran yang mudah untuk dijalani. Dan untuk menjadi pemimpin yang efektif diperlukan waktu, proses dan usaha (effort) yang dijalankan terus menerus. Penasaran apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjadi leader yang efektif?
Sebelum melompat kesana, hargabelanja.com mau bertanya dulu. Menurut Anda, seperti apa sih pemimpin yang efektif itu?
Secara umum, pemimpin yang efektif adalah leader yang mampu membawa timnya ke arah yang lebih baik serta mampu mencapai tujuan bersama dengan cara-cara yang benar, baik dan efisien.
Dari karakteristiknya, seorang leader yang efektif biasanya bijaksana, berintegritas, dan pandai membangun komunikasi. Tetapi, ada juga lho hal-hal lain yang tak kalah penting. Mengutip Forbes, berikut adalah tujuh hal yang lekat dengan pemimpin yang efektif.
7 Hal yang Dilakukan Pemimpin yang Efektif

Berikut adalah 7 hal yang biasanya dilakukan leader yang efektif. Silahkan pilih 1 atau lebih formula untuk dipraktekkan segera, lalu lihat hasilnya. Apakah Anda menjadi lebih baik setelah menerapkan formula tersebut?
1. Batasi Kerja Keras dan Evaluasi Hasil Kerja Setiap Tiga Bulan Sekali
Menurut Anne Sugar, seorang Executive Coach di Harvard Business School Executive Education, pemimpin cenderung mudah burn out (lelah) apabila bekerja terus menerus selama 1 tahun penuh.
Padahal daripada mengerahkan seluruh energi non-stop selama setahun, lebih baik Anda kerja keras selama 3 bulan saja. Setelah itu, Anda bisa istirahat sejenak untuk mengevaluasi hasil kerja selama tiga bulan tersebut.
Apakah Anda sudah mendapatkan hasil yang maksimal? Jika belum, Anda bisa menyusun strategi baru dan menerapkannya pada 3 bulan berikutnya. Hal inilah yang seringkali membuat hasil kerja menjadi lebih optimal. So, rutin lakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali ya.
Tidak harus tiga bulan sekali sih, boleh juga 4 bulan sekali, 5 bulan sekali, atau 6 bulan sekali.
Yang jelas jangan kerja keras non-stop selama setahun, kemudian baru mengevaluasi hasilnya di akhir tahun.
Setelah 3 bulan tersebut, cobalah untuk menyesuaikan strategi. Aspek mana yang perlu ditingkatkan, aspek mana yang perlu dihilangkan, tugas apa saja yang bisa didelegasikan ke karyawan, dan sebagainya. Strategi yang baru bisa mulai diterapkan pada 3 bulan berikutnya.
Dengan strategi dan perencanaan yang baik, maka insya Allah Anda akan bisa mencapai lebih banyak hal.
2. Banyak Mendengar
Selain pandai berbicara secara efisien, seorang pemimpin juga sebaiknya bersedia untuk mendengarkan. Bahkan, sebaiknya Anda lebih sering mendengar daripada berbicara (jika apa yang dibicarakan tidak penting-penting amat).
Memang, seorang pemimpin diharapkan untuk bisa berbagai perspektif atau pendapatnya kepada tim / karyawan. Sudut pandang mereka dibutuhkan sekali untuk navigasi perusahaan. Oleh karena itu, seorang pemimpin sering merasa perlu untuk berbicara.
Tapi, sebenarnya Anda tidak perlu berbicara terlalu banyak. Cukup yang penting-penting saja. Misalnya saat meeting, Anda tidak harus bicara terus menerus (yang lain cuma jadi pendengar saja).
Sebaliknya, ada waktunya Anda berbicara seperlunya, kemudian memberi ruang bagi tim / karyawan untuk mengemukakan pendapat atau gagasan mereka.
Jika Anda adalah leader baru di tempat Anda bekerja, maka strategi ini juga bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mengenal lebih dekat tim Anda. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh banyak insight dari tim yang bermanfaat untuk menyesuaikan kepemimpinan Anda.
Hal ini juga membuat tim merasa lebih diapresiasi karena gagasannya didengarkan. Win-win, kan?
3. Tawarkan Bantuan Ke Tim / Karyawan
Seringlah menawarkan bantuan. Coba tanyakan ke tim / karyawan, “Aku bisa bantu apa nih? Gimana caranya untuk bantu kamu?”. Selain pada kesempatan biasa, Anda juga bisa menanyakan ini pada saat ingin membicarakan suatu masalah dengan tim.
Misalnya, Anda melihat ada masalah dengan aplikasi booking tiket pesawat yang tengah dikembangkan tim. Pada aplikasi tersebut terdapat tombol “Book Now” yang ketika diklik tidak merespon apa-apa. Seharusnya, saat tombol diklik, pengguna diarahkan pada halaman baru.
Saat ingin membicarakan masalah ini dengan tim, jangan hanya mengangkat problemnya saja. Tetapi, usahakan Anda menawarkan bantuan pada tim Anda tersebut. Dengan begitu, tim tidak merasa dipermalukan (karena kurang teliti). Justru, mereka merasa bersemangat untuk memberikan performa terbaiknya.
Contoh pertanyaannya bisa seperti ini:
“Ran, ini tombol Book Now kok nggak bisa diklik? Ada bug ya? Saya bisa bantu apa nih untuk selesaiin masalah ini?”
Gimana, sounds cool right?
Baca Ini Juga: 4 Cara Membangkitkan Motivasi Bekerja Di Perusahaan
4. Komunikasikan Pikiran dan Perasaan Secara Terbuka
Seringkali leader menyimpan gagasannya sendiri. Apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan perasaan. Jarang sekali mereka mau berbagi. Tapi, tahukah Anda bahwa gagasan maupun perasaan sebaiknya dikomunikasikan secara terbuka dengan tim?
Hal ini karena tim Anda butuh mendengar ide, masukan, pendapat, serta perasaan Anda terhadap suatu masalah. Jangan berasumsi mereka sudah tahu semuanya dari gestur tubuh Anda. Tidak bisa demikian. Anda perlu menyampaikannya secara verbal, bukan sekadar lewat kode-kode ambigu.
5. Banyak Tertawa 😀
Agar menjadi pemimpin yang efektif, Anne Sugar menyarankan Anda untuk banyak tertawa. Hal ini bisa diartikan letterlijk (secara harfiah) ataupun figuratively (secara kiasan). Intinya, Anda tidak harus pasang wajah serius sepanjang waktu. Sekali-kali bolehlah bercanda. Anda juga bisa meluangkan waktu untuk ngobrol santai dengan tim, tidak harus melulu membahas kerjaan.
6. Pergi ke Kantor
Jika Anda terbiasa mengelola tim secara remote (jarak jauh), tak ada salahnya untuk mulai mengubah kebiasaan tersebut. Cobalah untuk sering datang ke kantor mulai sekarang. Pertemuan tatap muka (in-person meeting) mendukung brainstorming yang lebih efektif.
Selain itu, masalah pun bisa diselesaikan lebih cepat jika Anda berada di kantor. Hal ini karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk menginterpretasikan masalah lewat video call. Hal ini juga membantu menekan potensi miskomunikasi.
7. Berpartisipasi dalam Event Kantor
Ada kalanya Anda perlu meluangkan waktu untuk relationship-build. Caranya bisa dengan melibatkan diri dalam event-event kantor. Selain itu, Anda juga bisa menjadi penyelenggaranya. Tidak harus event besar kok, yang penting semua anggota tim terlibat dan event tersebut bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Anda dan tim.
Anda bisa coba usulkan acara makan siang bersama. Meskipun nantinya Anda hanya berada disana sebentar saja, hal itu bukan masalah. Yang penting Anda berinteraksi dengan tim dan selalu berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan dalam event tersebut.
Itulah 7 hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Anda tidak harus menerapkan semuanya, cukup aplikasikan beberapa tips yang dirasa cocok saja. Setelah itu, evaluasi hasilnya. Apakah tips tersebut cocok untuk Anda dan laik diteruskan?
Anda juga tidak harus mengaplikasikan banyak tips dalam waktu yang bersamaan. Mulai dari 1 tips saja sudah cukup, nanti Anda bisa mencoba mengimplementasikan tips-tips berikutnya di lain hari. Ingat, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Selamat mencoba!

