10 Masjid Indonesia dengan Arsitektur Menawan, Ada Al Jabbar

Pada tahun 2020, data mencatat ada sekitar 800 ribu unit masjid dan mushola di Indonesia. Oleh karena itu, masjid dan Indonesia bagai dua hal yang saling berkelindan. Sama seperti masjid di belahan dunia lain, masjid Indonesia pun memiliki gaya arsitektur yang unik dan menawan. 

Selain sebagai tempat ibadah umat Muslim, rupanya masjid juga dapat berperan sebagai destinasi wisata dan media silaturahmi. Sebagai destinasi wisata, masjid menjadi sarana bagi pelancong untuk mengenal Islam, sejarah hingga gaya arsitektur yang membalutnya. 

Kemudian sebagai media silaturahmi, masjid berperan sebagai wadah untuk para pengunjung berkumpul dan berdiskusi. Wah menarik ya. Lantas, apa saja masjid Indonesia yang memiliki gaya arsitektur menawan? Berikut informasi selengkapnya.

Masjid Indonesia dengan Gaya Arsitektur Memesona

Masjid Cheng Ho 

Masjid Cheng Ho salah satau Masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan
source: Swiss-Belhotel

Di Surabaya, ada sebuah masjid bernama Muhammad Cheng Ho yang memiliki tampilan unik. Bagi yang belum tahu, Cheng Ho diambil dari nama Laksamana Cheng Ho yang merupakan pelaut tangguh dari Tiongkok. Terang saja, gaya arsitektur masjid ini pun kental dengan nuansa pecinan. 

Bangunan masjid terlihat menyerupai kelenteng. Cat berwarna merah bata tampak mendominasi berbagai sisinya. Ada pula warna biru dan hijau yang turut menghiasi. Sementera, atapnya berbentuk persegi delapan. Jika dilihat-lihat sih mirip seperti atap pada bangunan pagoda. 

Masjid ini dibangun untuk mengenang perjuangan dakwah Laksamana Cheng Ho serta warga Tionghoa muslim pada abad ke-15. Dahulu, Laksamana Cheng Ho merupakan sosok yang giat menyebarkan Islam di berbagai wilayah. 

Secara keseluruhan, bangunan masjid menampilkan perpaduan antara arsitektur Jawa, Arab dan Tionghoa. Suasana di dalam masjid berlantai dua ini terasa nyaman dan sejuk. Sementara, bagian halaman masjid terlihat bersih. Di malam hari, masjid ini tampil bercahaya karena dilengkapi banyak lampu. 

Tidak hanya dimanjakan oleh keindahan arsitekturnya saja, tetapi pengunjung juga disambut dengan berbagai macam penganan yang dijajakan warung sekitar. Ada tempe khas Malang, bakpia khas Jogja dan beragam kuliner lainnya. 

Biasanya setiap tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir jelang berakhirnya bulan Ramadhan akan berlangsung pembagian takjil gratis serta buka bersama. Setelah itu, baru para jamaah mendirikan sholat berjamaah. Lokasi masjid berada di Jalan Gading, Ketabang, Kecamatan Genteng. Jika saat ini Anda berada di Surabaya, jangan lupa mampir ya. 

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Masjid Gedhe Kauman salah satu masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan
source: Kompas.com

Masjid Gedhe Kauman merupakan tempat ibadah umat Muslim sekaligus lambang harmonisasi budaya Jawa dan agama Islam. Dibangun sejak tahun 1773 oleh Sultan Hamengkubuwono I bersama dengan Kiai Fakih Ibrahim Diponingrat. Sang arsitek adalah Kiai Wiryokusumo. 

Sekilas gaya arsitektur Masjid Gedhe Kauman mengingatkan Anda pada Masjid Demak. Masjid ini memiliki empat pilar utama (saka guru) dengan atap yang didesain memiliki tiga tingkat. 

Atap yang disusun bertingkat itu menyimpan makna tasawuf yang meliputi syariat, tarekat dan marifat. Atap tersebut memiliki hiasan (mustaka) berbentuk bunga yang menunjukkan keterkaitan masjid dengan Keraton Yogyakarta. 

Secara simbolis, keberadaan Masjid Gedhe Kauman menandakan bahwa Sultan tidak hanya berperan sebagai pemimpin pemerintahan, namun juga sebagai wali Allah di dunia dan pemimpin agama di kasultanan. 

Seiring berjalannya waktu, jamaah bertambah banyak. Oleh karena itu, dua tahun setelah dibangun, masjid diperluas untuk meningkatkan kapasitasnya. Perluasan mencakup dibangunnya serambi serta dua bangunan pendukung yang disebut pagongan. Upaya perluasan dan renovasi bangunan terus berlanjut hingga akhirnya Masjid Gedhe Kauman memiliki bentuk seperti sekarang ini. 

Saat datang kesini, kemungkinan Anda akan disambut oleh gerbang masjid yang berbentuk semar tinandhu. Lalu, ketika masuk perhatian akan beralih pada suasana masjid yang sejuk dan teduh. 

Masjid Gedhe Kauman berlokasi di Kampung Kauman, Ngupasan, Gondomanan. Anda bisa menemukan masjid ini di sisi barat Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. 

Masjid Agung Demak

masjid agung demak salah satu masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan
source: Advontura

Masjid Agung Demak yang terletak di Jawa Tengah ini diperkirakan dibangun pada abad ke 15 M. Usianya terbilang tua, namun keindahannya masih terawat hingga sekarang. 

Secara umum, masjid ini mengadopsi gaya arsitektur Jawa tradisional dan Islami. Gambar bulus menggambarkan candra sengkala memet yang berarti sirna ilang kerthaning bumi. Secara filosofis, bulus menggambarkan tahun pembangunan masjid yang terjadi pada 1401 Saka. 

Disinyalir, masjid ini dibangun oleh salah seorang Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga, yang kala itu sedang berdakwah dan menyebarkan Islam di Jawa. Berbeda dari masjid pada umumnya, Masjid Agung Demak memiliki atap berbentuk limas yang disusun membentuk tiga tingkat. 

Struktur atap tersebut menyimpan makna tentang ajaran Islam, yakni tentang Iman, Islam dan Ihsan. Adapula yang memaknainya secara tasawuf, yakni tentang syariat, tareekat dan hakikat. 

Selain itu, masjid ini juga memiliki saka guru tatal, yakni tiang yang menyangga bangunan masjid. Menurut informasi, saka guru tatal dibangun oleh Sunan Kalijaga menggunakan serpihan dan potongan kayu. Adapun tiang barat laut dibangun oleh Sunan Bonang. Sementara, tiang barat daya dibangun oleh Sunan Gunung Jati dan tiang tenggara oleh Sunan Ampel. 

Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus salah satu masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan
source: Akurat.co

Bergeser ke Jawa Tengah, ada Masjid Menara Kudus yang didirikan salah seorang Wali Songo, yakni Sunan Kudus. Keberadaan masjid ini menambah panjang daftar masjid Indonesia yang memiliki gaya arsitektur menawan. 

Usia masjid diperkirakan sudah menyentuh 500 tahun lebih. Mengutip Kompas, prasasti yang berada di atas mihrab masjid ini sendiri menampilkan angka 956 H atau sekitar 1549 M. 

Salah satu keunikan masjid ini terletak pada sebuah menara yang didesain mirip seperti bangunan bersejarah. Menara tersebut berbeda dari menara pada umumnya karena berdesain seperti candi Jago. Tak hanya menara tersebut, gerbang masjid pun menampilkan bentuk seperti candi belah atau candi Bentar. 

Luas masjid ini diperkirakan mencapai 5.000 meter persegi. Adapun, bagian serambi depan masjid dihiasi ornamen gelas patri (stained glass) yang menampilkan kaligrafi. Mengutip Dunia Masjid Islamic Center, masjid ini memiliki sekitar 10 pintu yang mana 5 pintu berada di sebelah kanan dan 5 pintu lainnya berada di sebelah kiri.

Di dalam kawasan masjid terdapat kolam berbentuk padasan yang biasa digunakan untuk tempat berwudhu. Jika Anda berada di Kota Kudus, mampirlah ke Masjid Menara ini yang berlokasi di Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus. 

Masjid Raya Sumatera Barat 

source: ThePhrase.id

Masjid Indonesia berarsitektur menawan lainnya datang dari Sumbar. Masjid Raya Sumatera Barat begitulah orang-orang menyebutnya. Masjid ini memiliki desain yang khas dengan menggabungkan antara ornamen khas Minang dengan gaya arsitektur abad 21. 

Pada tahun 2021, masjid ini memenangkan penghargaan Abdullatif Alfozan Awards for Mosque Architecture. Di balik keindahan bangunannya ada tangan dingin sang arsitek, Rizal Muslimin.  

Secara keseluruhan, arsitektur masjid mengikuti tipologi bangunan Minangkabau dengan bentuk bangunan lonjong dan dihiasi ornamen khas Minang serta kaligrafi di bagian luar dinding. 

Adapun, konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai dengan kapasitas sekitar 20.000 jamaah dengan rincian 15 ribu jamaah di lantai dasar dan selebihnya di lantai dua serta lantai tiga. 

Masjid dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 40.000 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 18.000. 

Luas bangunan yang tidak menyentuh setengah dari luas lahan membuat masjid ini memiliki halaman yang luas. Rencananya, ruang yang lebih tersebut ingin digunakan untuk taman, pelataran, area parkir dan shelter sebagai tempat evakuasi apabila terjadi tsunami. 

Masjid Raya Al Jabbar

Masjid Raya Al Jabbar salah satu masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan
source: Detik Travel Detik.com

Masjid Raya Al Jabbar yang belum lama ini diresmikan adalah bagian dari Masjid Indonesia yang memiliki arsitektur menawan. Masjid ini memuat khazanah perjalanan umat Islam di Indonesia. pembangunan Masjid Al Jabbar sendiri memiliki sejarah panjang sejak 2017. 

Didesain oleh Ridwan Kamil, masjid ini mempunyai empat menara dengan tinggi 99 meter yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 26 hektar yang diproyeksikan sebagai Central Business District. Selain bangunan masjid, terdapat pula museum, embung, lanskap dan jalan akses yang melengkapi kawasan tersebut.  

Masjid Raya Al Jabbar sendiri memiliki kapasitas sekitar 30.000 jamaah dengan rincian 10.000 jamaah di area indoor dan selebihnya di area plaza. Atapnya mengusung konsep yang unik lantaran berhiaskan tusuk sate sebagaimana yang terdapat pada Gedung Sate. 

Sementara, pada relung pintu masjid terdapat motif batik yang masing-masing merefleksikan ciri khas dari kota dan kabupaten yang terdapat di Jawa Barat berjumlah 27. Secara umum, gaya arsitektur Masjid Raya Al Jabbar terinspirasi dari masjid Turki dan Iran.

Masjid yang terletak di Gedebage ini dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti museum perjalanan Rasul, museum Asmaul Husna, museum Sejarah Islam Indonesia dan museum Sejarah Masuknya Islam di Jawa Barat. 

Masjid Al-Irsyad

Masjid Al Irsyad
source: Kompas.com

Masjid Indonesia lainnya yang memiliki gaya arsitektur menawan adalah Masjid Al-Irsyad. Masjid yang terletak di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, tampil unik karena tidak dilengkapi dengan kubah. Disitulah letak keunikan Masjid Al-Irsyad. 

Masjid ini pernah memenangkan penghargaan serta masuk dalam daftar masjid berdesain unik dalam salah satu artikel Indonesia Travel. 

Masjid ini memiliki ornamen kaligrafi yang membuatnya terlihat menawan. Selain itu, bentuk bangunannya pun berupa kotak atau kubus dan memiliki fasad berongga pada dinding yang membentuk lafaz dua kalimat syahadat. 

Masjid yang berdiri di kawasan seluas 1 hektar ini memiliki kapasitas sekitar 1.000 jamaah. Pembangunannya dilakukan pada 7 September 2009 atau 17 Ramadan 1430 Hijriah, bertepatan dengan Nuzulul Qur’an. Pembangunan selesai dan masjid diresmikan pada Agustus 2010.

Masjid ini mengusung konsep menyatu dengan alam (green mosque). Arsiteknya adalah Ridwan Kamil. Secara keseluruhan, desainnya terinspirasi dari gaya bangunan Masjidil Haram dan Kakbah.

Desain green mosque sendiri terlihat jelas pada bangunan masjid Al-Irsyad yang menampilkan banyak ruang terbuka di dalam masjid. Paling mencolok adalah mihrab dan mimbar yang menawarkan pemandangan terbuka ke arah gunung dan pepohonan hijau. 

Dindingnya dilengkapi dengan ventilasi yang memudahkan cahaya dan udara untuk masuk ke dalam masjid. Lokasi yang terletak di tengah kota Bandung membuat masjid ini mudah diakses dari berbagai arah. 

Masjid Amirul Mukminin

Pernah melihat masjid mengapung di atas air? Masjid Amirul Mukminun salah satunya. Masjid ini jadi salah satu masjid Indonesia yang memiliki desain unik karena mengusung konsep mengapung.

Masjid ini berlokasi di bagian timur laut Pantai Losari. Desainnya tampak menonjol karena menggunakan mahkota berupa kubah kembar yang begitu elegan. Selain itu, masjid ini dilengkapi dengan menara yang tinggi menjulang seolah menyentuh langit. 

Masjid ini berdiri di atas beton yang didorong hingga ke dasar laut.  Masjid ini terlihat seperti rumah panggung khas Bugis dan Makassar ketika air sedang surut. Sementara, tampilannya berubah seperti rumah apung apabila laut sedang pasang. 

Konstruksi masjid Amirul Mukminin terdiri dari 3 lantai yang secara keseluruhan dapat mengakomodasi hingga 400 jamaah. Masjid ini diresmikan pada tahun 2012 dan menjadi salah satu masjid yang dituju banyak jamaah. 

Masjid Sunan Ampel

Di Surabaya juga terdapat masjid yang memiliki gaya arsitektur menawan. Salah satu hal yang membuat masjid ini terlihat istimewa adalah lokasinya dikelilingi oleh bangunan bernuansa Cina dan Arab. Namanya masjid Sunan Ampel. 

Secara keseluruhan, masjid Sunan Ampel memperlihatkan gaya arsitektur Jawa kuno dan Arab Islami. Keistimewaannya terletak pada menara di sebelah selatan yang menembus atap, sementara dasarnya berada di bagian dalam. Menurut Arif Setya Wirawan dalam Perubahan pada Menara Masjid Sunan Ampel Surabaya Tahun 1870 – 2012, menara tersebut telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali, yakni pada 1870 – 1900, 1910 – 1930 dan 2012 – sekarang.   

Jika berada di Surabaya mampirlah ke Masjid Sunan Ampel. Masjid ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Jembatan Merah Surabaya lho. 

Masjid Soko Tunggal

Masjid Soko Tunggal salah satu masjid di Indonesia dengan arsitektur menawan

Melengkapi daftar masjid Indonesia yang memiliki gaya arsitektur menawan, maka nama Masjid Soko Tunggal tak boleh absen dicantumkan. 

Masjid yang terletak di Yogyakarta ini memiliki nama yang unik, yakni Soko Tunggal. Kata Soko Tunggal sendiri memiliki makna satu pilar, sebagaimana faktanya bahwa masjid ini hanya ditopang sebuah pilar saja. Kendati demikian, pilar utama tersebut didukung dengan pilar kecil (pendukung) yang berjumlah sebanyak kurang lebih 4 buah.

Keberadaan pilar-pilar tersebut melambangkan Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Pembangunan masjid ini diinisiasi oleh warga setempat di atas tanah wakaf Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan tersebut dibantu oleh Presiden Soeharto. 

Kemudian, masjid ini selesai dibangun pada Jum’at, 21 Rajab 1392 Hijriah yang ditandai dengan candra sengkala Hanembah Trus Gunaning Janma dan suryo sengkolo Nayana Resi Anggatra Gusti (1 September 1972 M). Adapun, peresmian masjid ini berlangsung pada Rabu 28 Februari 1973. 

Menurut informasi, proses pembangunan masjid ini unik karena tanpa menggunakan paku. Selain itu, pada balok ileng terdapat tetesan embun diantara daun dan bunga yang melambangkan makna filosofis bahwa siapapun yang sholat di masjid maka akan mendapatkan anugerah Allah SWT. 

Ingin mampir? Lokasi masjid berada di dekat Tamansari, obyek wisata air di Yogyakarta. Anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki apabila berada di kawasan wisata Taman Sari tersebut.  

Bonus: Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin

Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin terletak di Kabupaten Indramayu. Secara umum, gaya arsitekturnya menggabungkan antara desain kontemporer dengan gaya bangunan Spanyol. Inspirasinya pun tak lepas dari Masjid Cordoba di Spanyol. 

Masjid yang tampil dengan balutan granit ini mengusung konsep multidesain yang universal sehingga menyuguhkan desain yang tak biasa. Terdapat menara setinggi kurang lebih 210 meter yang memikat perhatian lantaran berhasil melampau tinggi Monumen Nasional (Monas) yang menjulang setinggi 134 meter. 

Menara yang dijuluki menara pemuda dan perdamaian itu telah mengantarkan masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada predikat masjid dengan menara tertinggi di Indonesia. 

Demikian beberapa masjid Indonesia yang memiliki gaya arsitektur menawan. Mana saja yang pernah Anda kunjungi? Simak juga 10 Masjid Indah di Dunia!

Tifani Mifta

A versatile SEO Copywriter who loves to share valuable information related to business, education, tips, and SEO.