Gambar dalam artikel Rangkuman IPA Kelas VIII Semester 2 Bab 11 (PART 2). hargabelanja.com

Untuk kamu yang duduk di bangku SMP dan sedang atau akan mempelajari materi bab 11, sebaiknya kamu menyimak rangkuman tentang Cahaya dan Alat Optik berikut ini.

Tentu saja, hal ini untuk mempermudah kamu dalam memahami bab tersebut.

Gak perlu bingung, hargabelanja.com sudah menyiapkan rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11 yang bisa kamu baca sekarang juga. Langsung aja disimak ya!

Rangkuman IPA Kelas VIII Semester 2 Bab 11 – Cahaya dan Alat Optik (PART 2)

Bagian-Bagian Mata Manusia

Pada PART 1, kita sudah sampai pada pembahasan tentang Lensa. Selanjutnya, kita membahas materi berikutnya yang tak kalah penting dalam rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11, yakni bagian-bagian mata manusia.

Tahukah kamu mata manusia dibalut oleh tiga lapis jaringan yang terdiri dari lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam.

  1. Lapisan luar merupakan lapisan sklera, lapisan ini membentuk kornea.
  2. Lapisan tengah merupakan lapisan koroid, lapisan ini membentuk iris.
  3. Lapisan dalam merupakan lapisan yang membentuk retina.
Gambar bagian-bagian mata dalam artikel Rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11. hargabelanja.com
(Taken from: portaledukasi.org)

A. Kornea

Cahaya masuk ke mata melalui kornea. Lapisan kornea mata terluar bersifat kuat dan tembus cahaya.

Salah satu fungsi kornea adalah melindungi bagian sensitif yang berada di belakangnya serta membantu memfokuskan bayangan pada retina.

B. Iris / Selaput Pelangi

Setelah cahaya melalui kornea, berikutnya cahaya akan menuju ke pupil.

Pupil adalah bagian berwarna hitam yang merupakan jalan masuknya cahaya ke dalam mata.

Pupil dikelilingi iris. Iris merupakan bagian berwarna pada mata yang terletak dibelakang kornea.

Salah satu fungsi iris adalah untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Besar dan kecilnya iris dan pupil tergantung jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.

C. Lensa Mata

Setelah melewati pupil, cahaya bergerak merambat menuju ke lensa. Lensa mata kita berbentuk biconvex, yakni cembung depan-belakang.

Selain itu, lensa mata kita bersifat fleksibel. Otot siliar pada mata kita membantu menyesuaikan kecembungan lensa mata.

Saat mata kita melihat benda yang berada pada jarak jauh, otot siliaris akan mengalami relaksasi.

Saat mata kita melihat benda yang berada pada jarak dekat, otot siliaris akan mengalami kontraksi.

D. Retina

Retina adalah sel yang sensitif terhadap cahaya matahari atau saraf penerima rangsang sinar (fotoreseptor) yang terletak pada bagian belakang mata.

Pada retina terdapat dua macam sel fotoreseptor, yakni sel kerucut dan sel batang.

Sel kerucut membantu melihat warna, namun memerlukan cahaya yang lebih terang dibandingkan sel batang.

Sel kerucut ini dapat menerima rangsang sinar yang kuat dan warna, jumlahnya diperkirakan 6,5 – 7 juta.

Sementara, sel batang menunjukkan responsnya pada saat berada di tempat yang redup. Sel batang ini dapat menerima rangsang sinar tidak berwarna, diperkirakan jumlahnya 125 juta.

Gangguan Indera Penglihatan

Materi yang tak kalah penting dalam rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11 adalah gangguan indera penglihatan. Apa saja itu?

Ada beberapa gangguan indera penglihatan yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

  1. Rabun jauh (miopi)
  2. Rabun dekat (hipermetropi)
  3. Buta warna
  4. Rabun dekat dan jauh (presbiopi)
  5. Astigmatisma

1. Rabun Jauh (Miopi)

Seperti namanya, rabun jauh (miopi) adalah keadaan ketika seseorang tidak bisa melihat benda yang berada pada jarak jauh dengan jelas.

Hal ini karena bayangan yang terbentuk jatuh di depan retina.

Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan kacamata negatif.

Kita bisa mencari kekuatan lensa yang diperlukan melalui persamaan / rumus berikut.

Rumus kekuatan lensa kacamata miopi dalam artikel rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11. hargabelanja.com

 

 

PM = kekuatan lensa kacamata miopi (satuan dioptri atau D)

PR atau Punctum Remotum = titik jauh mata seseorang (satuan cm)

2. Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat atau hipermetropi adalah keadaan saat seseorang tidak bisa melihat benda yang berada pada jarak dekat (+/-  30 cm) dengan jelas.

Hal ini karena bayangan yang terbentuk jatuh di belakang retina. Akibatnya, bayangan yang jatuh pada retina menjadi kabur (kurang jelas).

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan kacamata positif.

Kita bisa mencari kekuatan lensa yang diperlukan melalui persamaan / rumus berikut.Rumus kekuatan lensa kacamata hipermetropi dalam artikel rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11. hargabelanja.com

PH = kekuatan lensa kacamata hipermetropi (satuan dioptri atau D)

s = jarak benda di depan kacamata (cm)

PP atau Punctum Proximum = titik dekat mata seseorang (cm)

3. Buta Warna

Buta warna adalah kelainan pada indera penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu warna tertentu.

Ada dua macam buta warna, yakni:

  • Buta warna total, hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja.
  • Buta warna sebagian, tidak bisa melihat warna tertentu. Misalnya warna hijau, biru, atau merah.

4. Rabun Dekat dan Jauh (Presbiopi)

Presbiopi atau rabun dekat dan jauh  merupakan keadaan saat seseorang tidak bisa melihat benda dengan jelas, baik dari jarak dekat maupun jarak jauh.

Hal ini karena menurunnya daya akomodasi mata.

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan kacamata rangkap, yakni kacamata cembung dan cekung.

5. Astigmatisma (Silinder)

Astigmatisma atau silinder merupakan kelainan pada mata karena penyimpangan dalam pembentukan bayangan pada lensa.

Hal ini disebabkan oleh kekurangan lensa yang sulit memberikan gambaran atau bayangan garis vertikal dengan horizontal secara bersamaan.

Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan lensa silindris.

Indera Penglihatan Serangga

Dalam rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11 ini kita juga akan membahas indera penglihatan serangga. Sebab, materi ini termasuk salah satu sub bahasan dalam bab 11 Cahaya dan Alat Optik.

Tidak seperti manusia, sebagian besar serangga memiliki banyak mata. Oleh karena itu, mata serangga disebut “mata majemuk“.

Masing-masing mata serangga disebut omatidium (jamak: omatidia). Setiap omatidium terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:

  • Lensa, permukaan depan lensa adalah satu faset mata majemuk.
  • Kerucut kristalin, yakni bagian yang tembus cahaya.
  • Sel-sel penglihatan, bagian ini peka terhadap cahaya.
  • Sel-sel yang mengandung pigmen, yakni bagian yang memisahkan omatidia satu dengan omatidia lainnya.

Perhatikan gambar berikut.

Gambar bagian-bagian mata serangga dalam artikel Rangkuman IPA Kelas VIII Bab 11 Cahaya dan Alat Optik. hargabelanja.com
(Taken from: materikimia.com)

Setiap omatidium menyumbangkan informasi penglihatan dari satu daerah objek yang berbeda-beda.

Selanjutnya, informasi dari setiap omatidium tersebut digabungkan dalam bentuk bayangan mosaik, yang menyusun seluruh pandangan serangga.

Sebagai contoh, mata lalat rumah yang memiliki sekitar 6.000 mata bentuk mata yang ditata dalam segi enam.

Setiap omatidium menghadap ke arah yang berbeda-beda (depan, belakang, atas, bawah, dan samping) sehingga lalat dapat melihat ke banyak arah.

Pada setiap omatidium, ada 8 neuron sel saraf reseptor (penerima cahaya). Jadi, terdapat sekitar 48.000 sel pengindra di mata lalat.

Oleh karena itu, mata lalat diperkirakan dapat memproses hingga 100 gambar per sekon, sebagaimana dikutip dari laman Materikimia.com.

Alat Optik Sehari-Hari

Alat optik sehari-hari juga termasuk materi yang akan kita bahas dalam rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11 ini.

Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa dan/atau cermin untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya.

Terdapat dua jenis alat optik, yakni alat optik alamiah dan buatan. Alat optik alamiah contohnya adalah mata. Sementara, alat optik buatan contohnya adalah kamera, kacamata, mikroskop, lup dan teleskop.

Pembahasan tentang mata sudah dipaparkan pada PART 1, sehingga kali ini kita membahas alat optik buatan saja. Beberapa yang dibahas adalah kacamata, kamera dan lup.

A. Kacamata

Kacamata adalah alat optik yang bermanfaat untuk mendukung penglihatan. Umumnya, kacamata digunakan oleh penderita rabun jauh, rabun dekat, silinder maupun presbiopi.

Kacamata terdiri dari dua bagian utama, yakni lensa dan kerangka (frame). Kerangka berfungsi menyangga lensa.

B. Kamera

Alat optik buatan selanjutnya adalah kamera. Kamera adalah alat yang berfungsi untuk menghasilkan foto.

Kamera terbagi ke dalam dua jenis, yakni kamera digital dan analog.

Cara kerja kamera analog adalah cahaya masuk difokuskan oleh lensa, kemudian ditangkap film.

Adapun, bagian-bagian kamera adalah lensa cembung, diafragma, dan film.

Sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.

C. Lup

Kaca pembesar atau lup merupakan alat optik buatan yang hanya terdiri dari satu lensa positif.

Alat ini berfungsi untuk membantu agar ukuran bayangan benda yang jatuh di retina menjadi lebih besar.

Dikutip dari Katadata, lup banyak digunakan oleh ahli service, misalnya ahli service arloji untuk melihat komponen-komponen arloji yang berukuran kecil.

Itulah rangkuman IPA kelas VIII semester 2 bab 11. Selamat kamu sudah menyelesaikan PART 2. Jangan lupa simak juga PART 1 ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Jangan lupa share ya!

Tifani Mifta

A versatile SEO Copywriter who loves to share valuable information related to business, education, tips, and SEO.

Tags: