Dari sekian tempat wisata di Semarang, Contemporary Art Gallery menjadi salah satu yang menarik untuk dikunjungi. Seperti apa daya tarik Semarang Contemporary Art Gallery?
Obyek wisata yang terletak di kawasan Kota Lama ini dulunya belum cukup dikenal. Namun, seiring dengan perkembangan media sosial, terutama TikTok, maka popularitas galeri ini kian meroket.
Lokasinya yang berada di pusat kota juga memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Galeri ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati karya seni sekaligus gaya arsitektur kolonial. Selain itu, Anda dapat menikmati beberapa wisata sekaligus karena lokasi galeri tidak jauh dari Taman Srigunting, Museum 3D Art, dan beberapa obyek wisata lainnya.
Daya Tarik Semarang Contemporary Art Gallery

Semarang Contemporary Art Gallery yang diresmikan pada tahun 2008 rupanya menyimpan berbagai karya seni, baik yang datang dari seniman lokal maupun Asian. Kendati demikian, karya yang dipamerkan tidak monoton.
Mengutip Kompas.com, galeri ini memamerkan karya seni yang berbeda setiap 2 bulan sekali. Itu karena galeri ini mengangkat tema kontemporer sehingga karya yang dipamerkan sering berubah seiring berjalannya waktu.
Berikut adalah daya tarik Semarang Contemporary Art Gallery yang membuat pengunjung rindu untuk datang kembali.
Pameran Karya Beragam
Karya seni yang ditampilkan galeri ini beragam. Tidak hanya lukisan, galeri ini juga menampilkan karya seni tiga dimensi. Karya seni tersebut datang dari seniman lokal maupun mancanegara.
Terbaru, Semarang Contemporary Art Gallery bergabung dalam Art Jakarta Garden 2023 yang diselenggarakan di Hutan Kota pada 7 – 12 Februari Dalam pamern tersebut, galeri ini menampilkan seniman Agus Suwage, Devy Ferdianto, Gilang Fradika dan banyak lagi lainnya.
Seniman Terkenal
Semarang Contemporary Art Gallery menampilkan karya dari berbagai seniman terkenal, diantaranya Mujahidin Nurrahman, Eddy Susanto, Kanoko Takaya, Muchlis Fachri, Anastasia Astika dan sebagainya.
Harga Tiket Terjangkau
Daya tarik Semarang Contemporary Art Museum juga terletak pada tarif tiketnya yang ramah kantong. Mengutip Travels Promo, harga tiket masuk galeri ini sekitar Rp. 20 ribu per orang. Bagaimana cukup murah kan?
Dengan Rp. 20 ribu, Anda sudah bisa mengeksplorasi galeri ini sepuas hati. Anda pun dapat mendokumentasikan karya yang dipamerkan galeri ini.
Gaya Arsitektur Netherlands Colonialism
Tak hanya pameran seninya yang menarik atensi, gaya arsitektur galeri ini pun tak luput dari perhatian. Secara keseluruhan, galeri ini mengusung gaya Netherlands Colonialism dengan interior minimalis berwarna putih.
Tiap sudutnya menampilkan nuansa bangunan kolonial Belanda yang kental. Meski begitu, terdapat sentuhan artistik yang membuat pengunjung betah mengamatinya. Tak jarang, galeri ini pun dijadikan lokasi pemotretan pre-wedding oleh pasangan yang hendak menikah.
Akses Mudah
Lokasi galeri seni ini berada di jantung kota Semarang, tepatnya di kawasan Kota Lama. Oleh karena itu, akses menuju lokasi terbilang mudah. Tak hanya bagi wisatawan lokal, wisatawan non-lokal pun dapat mengunjungi galeri ini dengan mudah.
Menariknya lagi, galeri ini berdekatan dengan berbagai obyek wisata dan taman hijau sehingga pengunjung bisa menikmati beberapa wisata sekaligus.
Bagi Anda yang ingin menikmati estetika, galeri ini bisa menjadi tempat yang cocok disambangi. Anda dapat menikmati berbagai karya seni sekaligus berswafoto dengan latar unik. Semarang Contemporary Art Gallery buka setiap hari Selasa – Minggu mulai pukul 10.00 hingga 20.30 malam. Galeri ini berlokasi di belakang Taman Srigunting, Anda hanya perlu belok kanan saat menemukan Bistro Spiegel maka di penghujung jalan Anda akan sampai di Semarang Contemporary Art Gallery.






