Cara mengatasi depresi.| Unsplahs.com
Cara mengatasi depresi.| Unsplahs.com

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi?

Diposting pada

Depresi merupakan suatu kondisi kelainan mental yang cukup umum terjadi kepada banyak orang. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti, faktor genetic, stress, dan sebagainya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa depresi berbeda dengan stress. Ada beberapa cara mengatasi depresi yang bisa dilakukan agar tidak bertambah buruk. Salah satu yang paling direkomendasikan yaitu, konsultasi dengan tenaga ahli.

Sebelum mencari tahu hal tersebut, kamu perlu tahu ciri-ciri depresi terlebih dahulu. Dimana ha; ini bisa berbeda-beda setiap orang, tapi untuk ciri umumnya meliputi, lebih banyak tidur, sulit tidur, hilangnya nafsu makan, sulit konsentrasi, sedih berkepanjangan, khawatir akan masa depan, dan yang paling parah adalah memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Cara Mengatasi Depresi  yang Mudah Diikuti

Cara mengatasi depresi.| Unsplahs.com
Cara mengatasi depresi.| Unsplahs.com

Bagi kamu yang merasa ada yang salah dengan kondisi mentalmu dan meyadari bahwa, dirimu terkena gejalan depresi, maka penting untuk mengetahui penangannya. Semakin cepat kamu mengenal penyebab depresi dan ditangani, akan semakin baik. di bawah ini ada beberapa cara mengatasi depresi yang penting untuk kamu pahami dan ketahui.

1.      Berolahraga

Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga yang rutin, bisa memberikan segudang manfaat bagi tubuhmu. Selain membuat fisik jadi lebih bugar, berolahraga juga bisa mengatasi depresi yang tengah dialami. Karena, olahraga rutin terbukti dapat membantu meningkatkan mood kamu, sehingga akan membuatmu bisa beroikir jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya.

2.      Berpikir positif

Depresi biasanya ditimbulkan karena banyaknya pemikiran negative yang terus berdatangan. Sehingga, cara mengatasi depresi bisa dilakukan dengan mendorong dirimu untuk selalu melihat segala hal dari sisi positifnya. Hal tersebut bisa membantumu untuk bertoleransi dan mengatasi berbagai perilaku hingga menjadi lebih positif dan sehat.

3.      Curhat dengan teman dekat

Berbagi cerita dan keluh kesah yang kamu alami juga bisa sedikit mengatasi depresi yang dirasakan. Sebagai manusia, kamu membutuhkan orang lain. begitu pun saat sedang terpuruk, membagi cerita dengan orang yang paling kamu percaya bisa sedikit meringankan bebanmu. Luapkan seluruh permasalahan dan pemikiran yang membebanimu pada teman dekat.

4.      Latihan menyelesaikan masalah secara perlahan

Tidak bisa dipungkiri bahwa, masalah ada untuk dihadapi, bukan untuk dihindari. Kamu tidak bisa terus-terusan menghindar dan lari. Sebaliknya, kamu harus lawan dan hadapi. Lari dari masalah hanya akan membuat kamu tambah depresi. Sehingga, menyelesaikannya secara perlahan dan satu persatu penting dilakukan sebagai cara mengatasi depresi yang tengah dialami.

5.      Atur asupan makanan

Gak banyak diketahui bahwa, makanan juga bisa dipilih untuk membantu kamu mengatasi depresi. Konsumsi makanan yang mengandung selenium dan magnesium tinggi, yang dipercaya sebagai cara mengatasi depresi. Adapun makanan-makanan tersebut diantaranya. Kacang-kacangan, gandum, cokelat, ikan tuna, dan kerang.

Baca Ini Juga  Harga Casio G-shock Frogman Ori Terbaru

6.      Tulis buku harian

Jika kamu merasa kurang nyaman harus membagikan keluh kesah dengan teman dekat, maka menulis buku harian bisa dijadikan sebagai opsi. Dengan menulis buku harian, kamu tidak perlu khawatir rahasiamu dibongkar. Menulis berbagai perasaan yang kamu rasakan di tiap harinya dapat dijadikan juga sebagai pengingat ketika kamu di masa sulit.

7.      Tidur yang cukup

Kurang istirahat atau kurang tidur bisa memperburuk kodisi mental seseorang, hingga menyebabkan depresi. Usahakan selalu tidur dan bangun sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sebaiknya, sebelum tidur jauhkan dirimu dari berbagai benda yang bisa menganggu seperti, ponsel, laptop, tv, dan sebagainya.

8.      Meditasi

Cara mengatasi depresi selanjutnya yaitu, lakukan meditasi secara rutin. Meditasi yang dilakukan dengan tepat bisa mengatasi kamu dari berbagai macam stress dan depresi. Sebaiknya, lakukan meditasi setiap hari. Kamu bisa melihat tutorial meditasi di platform YouTube dengan sangat mudah.

9.      Lakukan konsultasi dengan tenaga ahli

Jika kamu merasa bahwa, tingkat depresimu sudah memburuk, maka penting untuk melakukan konsultasi dengan tenaga ahli sperti psikologi dan psikiater. Lewat konsultasi, nantinya kamu akan diberikan kesempatan untuk meluapkan seluruh isi pikiran. Selain itu, konsultan juga akan memberikan bimbingan agar kamu bisa sembuh dari depresi tersebut.

Jenis-Jenis Depresi dan Ciri-Cirinya

Depresi bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Sehingga, sudah sepatutnya kamu mengenali dan lebih peduli terhadap kondisi mental yang satu ini. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya depresi lebih tinggi. Di bawah ini ada beberapa jenis depresi yang kerap menyerang banyak orang.

1.      Depresi berat

Depresi berat disebut juga sebagai major depressive disorder. Jenis ini umumnya yang paling banyak diderita oleh orang-orang. Adapun, ciri-ciri dari seseorang yang mengalaminya yaitu, perasaan sedih, merasa tidak punya harapan, merasa tidak berharga, memiliki pemikiran bunuh diri, dan tidak memiliki gairah dalam melakukan aktivitas harian.

Apabila hal tersebut berlangsung selama stidaknya dua minggu. Maka depresi tersebut digolongkan kembali dalam dua tipe. Pertama, atypical depression yang ditandai dengan sering tidur, banyak makan, cemas, dan emosional. Kedua, melancholic depression, yang ditandai dengan suka menylahkan diri sendiri atas segala hal yang terjadi.

2.      Subsyndromal depression

Untuk jenis depresi ini, memiliki ciri yang serupa dengan jenis depresi berat. Namun, yang membedakannya adalah, depresi ini hanya berlangsung selama satu minggu. Pengidap subsybdromal depression juga hanya mengalami beberapa gejala saja.

Baca Ini Juga  Contoh Soal SKD CPNS Terbaru

3.      Depresi situasional

Jenis depresi situsional merupakan bentuk respon otak terhadap stress yang diakibatkan oleh situasi tertentu. Serasi dengan namanya, jenis depresi ini terjadi tidak menentu. Depresi ini bisa membuat seseorang merasa cemas, murung, sulit tidur, dan gangguan pola makan.

4.      Depresi postpantrum

Depresi postpantrum terjadi kepada perempuan pasca melahirkan. Kondisi ini umumnya berlangsung cukup lama, bisa sampai perempuan tersebut kembali menstruasi. Penyebabnya adalah, karena penurunan kadar esterogen dan prosterogen pasca melahirkan. Cara menangani depresi postpantrum harus dilakukan dengan baik agar tidak berpengaruh pada bayi.

5.      Depresi bipolar

Seseorang yang menderita gangguan mental bipolar juga sangat rentan terkena depresi. Umumnya penderita bipolar mengalami suasa hati yang sulit ditebak dan sering berubah-ubah. Adapaun, gejala umum yang dialaminya yaitu, sedih, putus asa, hilang nafsu makan, selalu ingin menyendiri, dan berbicara tidak jelas.

6.      Psychotic depression

Jenis depresi ini ditandai dengan gejala halusinasi, di mana penderita mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dan/atau delusi, yakni tidak bisa berpikir jernih. Jenis depresi ini, termasuk dalam kategori yang serius. Cara mengangani depresi psychotic harus didampingi oleh tenaga ahli agar tidak semakin memburuk.

7.      Substance-induced mood disorder

Penyalahgunaan obat-obatan suntik yang tidak sesuai dosis juga turut jadi penyebab timbulnya permasalahan depresi jenis, substance-induced disorder. Adapaun gejala yang dialaminya yaitu, timbul rasa cemas juga hilangnya gairah hidup.

Dampak Buruk Depresi Dalam Waktu Panjang

Depresi yang tidak ditangani dengan segera, akan berdampak buruk bagi seseorang. Selain akan terganggunya kondisi mental, hal tersebut juga akan berdampak pada kondisi fisik. Kondisi fisik yang kurang baik akan membuat imun tubuh jadi lemah, sehingga rawan terserang penyakit. Berikut ini ada beberapa dampak yang akan ditimbulkan ketika kamu mengalami depresi.

1.      Gangguan tidur

Dampak dari depresi yang terjadi secara berkepanjangan bisa menyebabkan seseorang memiliki gangguan tidur. Karena banyak hal yang menganggu pikiran, terkadang depresi membuat seseorang merasa sulit terlelap di malam hari hingga akhirnya menimbulkan insomnia. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada produktivitas di siang hari akibat kelelahan.

2.      Pikiran mudah kosong

Depresi berkaitan dengan zat kimiawi otak yang tidak seimbang. Zat tersebut bisa membuat seseorang merasakan berbagai perasaan. Ketika zat kimiawi terganggu, maka akan berpengaruh pada kondisi ental seseorang yang berbeda, bahkan tidak jarang menjadikannya sulit fokus dan pikiran kosong.

3.      Nafsu makan berkurang

Dampak lain yang cukup bisa dilihat adalah, hilangnya nafsu makan seseorang. Mungkin ada beberapa orang yang memiliki depresi tinggi melampiaskannya dengan cara makan lebih banyak. Tapi, pada beberpa orang orang ada juga yang malah tidak bersemangat dan hilang nafsu makannya, karena memikirkan permasalahannya terus menerus.

Baca Ini Juga  Ketahui Semua Tentang PPKM 2021 yang Berlaku

4.      Menjauh dari kehidupan sosial

Seseorang yang mengalami depresi berkepanjangan juga cenderung sebisa mungkin menjauh dari kehidupan sosialnya. Orang tersebut lebih senang menyendiri dan memikirkan berbagai permasalahan yang dialaminya. Dalam kondisi yang lebih parah, orang tersebut akan mengurangi interaksi sosialnya.

5.      Mudah lelah

Selain menguras pikiran, depresi yang berkepanjangan juga bisa menguras tenagamu. Umumnya, orang tersebut akan sangat mudah lelah setelah melakukan berbagai aktivitas, bahkan untuk aktivitas yang ringan. Hal tersebut dikarenakan, orang tersebut terlalu banyak menerima energy negative hingga energy positif dalam diri jadi terus menurun.

6.      Kinerja menurun

Kondisi mudah merasa lelah tersebut juga bisa berdampak pada kinerja yang semakin menurun. Jika dibiarkan terus meneus, maka bisa saja membuat seseorang kehilangan fokus dan produktifitasnya. Sehingga, menyebabkan pekerjaan yang semakin menumpuk dan berantakan.

7.      Hilang kepercayaan diri

Selanjutnya, dampak dari depresi yang berkepanjangan juga bisa membuat seseorang kehiangan kepercayaan dirinya. Jika dibiarkan terus-menerus, maka akan membuat penderita depresi merasa memiliki rasa malu yang belebihan jika dibandingkan dengan keadaan normal. Hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab seseorang menghindari interaksi sosial dengan orang lain.

8.      Siklus haid gak teratur

Pada perempuan, kondisi depresi yang berkepanjangan juga bisa memengaruhi siklus menstruasinya. Kondisi pikiran yang dipenuhi dengan segala kecemasan menjadikan siklus haid terhambat, bahkan dalam beberapa kasus perempuan tersebut bisa tidak haid untuk waktu yang cukup panjang, atau bahkan terus menerus mengeluarkan darah.

9.      Melemahnya daya ingat

Depresi yang terjadi berkepanjangan bisa membuat glukortikoid jadi lebih meningkat, dan menyebabkan daya ingatmu semakin lemah. Hal tersebut dikarenakan ujung syaraf yang tua memiliki kesulitan untuk mencapai sel otak yang terbaru. Sehingga, membuat penderitanya sering kali kehilangan ingatan jangka pendek.

10.  Sakit kepala

Kebanyakan kasus depresi yang terjadi, menjadikan penderitanya kerap mengalami sakit kepala yang cukup menyiksa. Salah satunya yaitu, migraine. Biasanya kondisi tersebut terjadi saat depresi seseorang muncul.

Itulah berbagai informasi seputar depresi, mulai dari gejala, jenis, cara mengatasi depresi, hingga dampak yang akan ditimbulkannya. Dengan mengetahui berbagai informasi di atas, diharapkan kamu bisa jadi lebih peduli akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan paham akan bahaya depresi jika dibiarkan berkepanjangan.