Jalan Malioboro di Jogja menyuguhkan wisata yang asyik dan merakyat. Tanpa bawa uang pun, Anda bisa menikmati aneka atraksi wisata yang disajikan. Bahkan, hanya duduk sambil menikmati suasana pedestrian saja sudah cukup untuk menghibur diri dikala pikiran sedang penat. Yuk, cari tahu apa saja spot keren yang bisa Anda sambangi saat melintasi Jalan Malioboro di Jogja.
Spot Keren di Jalan Malioboro di Jogja

Jalan Malioboro adalah spot yang bisa Anda tuju apabila ingin berwisata secara santai. Di siang hari, kawasan ini penuh dengan pedagang yang menjajakan kuliner lokal yang menggiurkan, kaos, batik, sandal hingga gelang etnik. Sementara di malam hari, kawasan ini berubah menjadi tempat nongkrong dilengkapi pertunjukkan budaya atau musik.
Bila Anda berada di Jalan Malioboro, Jogja, sempatkan menyambangi beberapa spot menarik ini ya!
Plang Jalan Malioboro

Plang Jalan Malioboro di Jogja merupakan salah satu spot ikonik yang memikat banyak pelancong untuk berfoto. Maklum, plang ini cukup legendaris dan menjadi penanda bahwa Anda sedang menapakan kaki di Kota Jogja. Wajar saja bila banyak turis dari luar daerah / mancanegara tertarik untuk berswafoto di titik ini.
Tak perlu bayar jika ingin berfoto dengan latar plang Jalan Malioboro. Sebab, spot ini terbuka untuk umum sehingga dapat dimanfaatkan kapan saja secara gratis. Jangan lupa bawa kamera ya!
Benteng Vredeburg
Mengutip situs Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Benteng Vredeburg merupakan salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda. Letaknya tak jauh dari Keraton dan dulunya dimaksudkan sebagai bangunan pendukung untuk memudahkan Belanda menjaga kawasan Keraton dan sekitarnya.
Meski begitu, nampaknya maksud sebenarnya dibalik pembangunan benteng tersebut oleh Belanda bukanlah untuk menjaga keamanan Keraton dan sekitarnya, melainkan untuk mengontrol segala perkembangan yang terjadi di Keraton dan berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu Sri Sultan Hamengku Buwono berbalik menyerang dan memusuhi Belanda.
Memasuki area ini, Anda bisa belajar sejarah lewat diorama yang terdapat di dalam Museum Vredeburg. Harga tiket masuknya cukup terjangkau, yakni Rp. 2 ribu bagi anak-anak dan Rp. 3 ribu bagi orang dewasa. Sementara, harga tiket masuk untuk turis asing (mancanegara) sekitar Rp. 10 ribu per orang.
Pasar Beringharjo
Saat melintasi Jalan Malioboro di Jogja, kemungkinan Anda akan menemukan Pasar Beringharjo. Pasar ini merupakan ikon wisata belanja di Jogja dan menjadi destinasi populer di kalangan pelancong.
Bersama Alun-Alun dan Keraton, Pasar Beringharjo menjadi bagian dari pilar Catur Tunggal dengan perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi.
Biasanya, bagian depan dan belakang sebelah barat Pasar Beringharjo didominasi oleh penjaja makanan dan jajanan pasar. Sementara bagian depan sebelah utara dipenuhi penjaja brem yang terbuat dari olahan gula Jawa dan wijen.
Bagian selatan pasar ini biasanya berhiaskan penjaja bakpia aneka rasa, hong kwe hingga nagasari. Adapun, bagian paling belakang menampilkan penjaja ting-ting, yakni makanan khas yang terbuat dari kacang.
Selain makanan, ada pula souvenir dan batik (kain dan pakaian) yang banyak dijual di kawasan Pasar Beringharjo. Bahkan, ada pula sarung tenun, baju surjan dan blangkon yang menggoda untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Taman Pintar
Selanjutnya, Taman Pintar. Lokasinya memang tidak berada tepat di Jalan Malioboro di Jogja, tetapi cukup berdekatan. Taman Pintar berlokasi di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan.
Mengutip situs Taman Pintar, kawasan ini menyajikan wisata edukatif berupa wahana ekspresi, apresiasi dan kreasi sains. Beberapa wahana yang terdapat disini adalah Science Theater, Bahari, Zona Pengolahan Sampah Organik, Gedung Oval, Planetarium, Gedung Kotak, Paud Barat, Kampung Kerajinan dan taman bermain (playground).
Lebih lanjut mengenai daya tarik wahana-wahana tersebut bisa Anda simak dalam artikel Wisata ke Taman Pintar Jogja, Ada Apa Aja?
Tugu Jogja dan Titik Nol Kilometer
Jika sedang menjelajahi Jalan Malioboro di Jogja, jangan lupa untuk berswafoto di Tugu Jogjakarta (tugu pal putih) dan Titik Nol Kilometer. Memang, Anda harus mengerahkan tenaga ekstra karena perlu berjalan sekitar 1,2 kilometer. Tetapi, perjalanan tersebut tidak terasa jauh kok, sebab daya tarik Jalan Malioboro siap mengalihkan perhatian Anda.
Tugu yang dilapisi cat putih ini merupakan landmark Jogjakarta. Sementara Titik Nol Kilometer merupakan kawasan legendaris yang dikelilingi destinasi wisata sejarah. Letaknya ada di lintasan, antara alun-alun utara dengan Ngejaman di ujung selatan Malioboro. Tenang, Anda bisa mencari papan peringatan resmi di depan bekas bangunan Senisono. Nah, Titik Nol Kilometer berada di sekitar perempatan jalan yang ada di depannya.
Itulah beberapa spot yang bisa Anda eksplorasi saat menjelajahi Jalan Malioboro di Jogja. Bagaimana, menarik bukan?






