Foto dua orang wanita sedang melihat tablet dalam artikel Ingin Jadi Pengusaha? Ini 7 Cara Memulai Bisnis dari Nol. Hargabelanja.com
Source: Unsplash (@Microsoft 365)

UMKM menjadi critical engine ekonomi bangsa ini karena sebanyak 99 persen (sekitar 64,2 juta) jenis usaha yang ada di Indonesia berupa UMKM. Jika Anda tertarik menjadi pelaku UMKM, sedangkan Anda tidak tahu harus memulai dari mana, semoga bahasan tentang cara memulai bisnis dari nol berikut bisa membantu.

Cara Memulai Bisnis Dari Nol

Foto dua orang wanita sedang tertawa dalam artikel Ingin Jadi Pengusaha? Ini 7 Cara Memulai Bisnis dari Nol. Hargabelanja.com
Source: Unsplash (@Microsoft 365)

Dihimpun dari berbagai sumber, inilah 7 cara memulai bisnis dari nol yang bisa Anda terapkan untuk memasuki arena dagang dengan aman. Baca sampai tuntas ya!

1. Pilih Bidang Usaha Sesuai Minat

Cara memulai bisnis dari nol yang pertama adalah memilih bidang usaha dan ide usaha sesuai minat. Apabila sesuai minat, maka bisnis yang Anda jalani punya kemungkinan lebih besar untuk sukses.

Jika sulit menemukan ide bisnis yang sesuai minat, cobalah pertimbangkan beberapa ide bisnis modal kecil yang Hargabelanja.com rekomendasikan dalam artikel ini.

Kemudian, bila sudah menentukan bidang usaha dan ide usaha yang ingin digeluti, selanjutnya Anda bisa melakukan riset. Riset merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan karena melalui cara ini Anda bisa tahu apakah produk / jasa Anda memiliki pasar atau tidak.

Jangan sampai menawarkan produk atau jasa yang tidak ada peminatnya. Sebab, hal inilah yang seringkali menjadi penyebab kemunduran bisnis.

2. Riset Tentang Bidang Usaha yang Anda Pilih

Lakukan riset untuk mengungkap potensi dari bidang dan ide usaha yang Anda minati.

Misalnya Anda tertarik memulai usaha makanan dengan ide utamanya adalah berjualan rice bowl rumahan. Maka, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah mengadakan riset untuk mempelajari peluang rice bowl tersebut. Apakah ada marketnya? Apakah ada ruang bagi bisnis ini untuk berkembang?

Selain riset pasar, sebaiknya Anda juga melakukan competitor analysis untuk mempelajari keunggulan, kelemahan, hingga strategi pesaing.

Intinya, lakukan riset mendalam untuk:

  1. Memahami apa yang dibutuhkan konsumen.
  2. Mengidentifikasi potensi masalah dengan produk atau jasa Anda.
  3. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan seakurat mungkin untuk membuat keputusan yang bijak serta meminimalisir resiko bisnis.
  4. Menemukan segmen pasar yang tidak terjamah sebelumnya.
  5. Membantu penentuan tujuan (goals) yang realistis dan sesuai bidang usaha.

Tak perlu bingung jika belum tahu cara memulai riset. Dijelaskan melalui laman The Hart Ford bahwa Anda bisa memulai riset dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Tentukan dulu target marketnya. Coba tanyakan pada diri sendiri:
  • Kira-kira siapa yang membutuhkan produk / jasaku?
  • Kira-kira mereka umur berapa ya?
  • Apa mereka sudah menikah, sudah punya anak, atau masih jomblo?
  • Apa mereka tinggal di daerah sini atau di luar kota?
  • Apa mereka didominasi wanita atau pria? (Nantinya semua informasi ini bisa Anda gunakan untuk menyesuaikan strategi promosi, branding, gaya bahasa dalam beriklan, dan banyak hal lainnya.)
  • Lakukan survei dan bicara dengan target konsumen Anda. Aktivitas ini bisa dilakukan secara online maupun langsung (tatap muka). Jangan ragu memanfaatkan media sosial sebagai medium survei ya!
  • Temukan kompetitor / pesaing bisnis Anda dan analisis produk / jasa mereka. Apa sih kelebihan dan kelemahannya? Berapa harga yang mereka tawarkan untuk produk/layanan tersebut? Cari informasi sedetail mungkin, lalu catat dengan baik. Info ini bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk / jasa Anda sekaligus memberi gambaran berapa harga yang cocok untuk produk / jasa Anda.

3. Merancang Visi Misi Bisnis

Setelah itu, mulailah merancang visi dan misi bisnis. Visi misi buka lah formalitas bagi perusahaan. Justru, visi dan misi menjadi kompas yang menentukan produk, tujuan, dan model bisnis yang ingin dibangun. Sederhananya, visi dan misi adalah cetak biru (blueprint) untuk bisnis Anda.

4. Menyusun Business Plan

Tahapan selanjutnya dalam cara memulai bisnis dari nol adalah menyusun business plan. Pada umumnya, business plan menitikberatkan pada goals yang ingin dicapai saat ini maupun di masa depan.

Meskipun nampak sepele, tetapi banyak perusahaan sukses menggunakan business plan sebagai resource untuk mengelola arah / tujuan bisnis mereka.

Tak jarang, business plan digunakan sebagai alat untuk menggaet investor. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyusun business plan dari sekarang (apabila sudah serius ingin menjalani sebuah bisnis). Adapun hal-hal yang termuat dalam business plan biasanya mencakup:

  1. Judul halaman dan konten, di bagian ini silakan gunakan judul yang jelas dan memberi impresi baik pada pembacanya. Navigasi konten juga perlu diatur sebaik mungkin.
  2. Statement of purpose, di bagian ini Anda bisa memasukan ringkasan mengenai bisnis Anda, mulai dari nama bisnis, produk, segmen pasar hingga operasional bisnis. Jika Anda mencari dana tambahan / investor, Anda juga bisa menyampaikannya di bagian ini.
  3. Data produk, di bagian ini Anda bisa menjelaskan informasi produk Anda sedetail mungkin. Selain itu, Anda juga boleh menjelaskan bagaimana produk Anda menjawab kebutuhan konsumen.
  4. Market analysis, biasanya memuat demografi target konsumen, tren penjualan atau tren pasar, dan ekspektasi konsumen.
  5. Competitor analysis, seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa bagian ini memuat informasi mengenai kompetitor Anda. Kompetitor adalah bisnis yang memiliki produk / jasa serupa dengan Anda.  Di bagian ini, Anda bisa menampilkan kelebihan dan kelemahan mereka (kompetitor).

Itulah beberapa elemen yang biasanya muncul dalam business plan. Bagi pengusaha maupun calon pengusaha, memiliki business plan adalah hal yang penting. Itu karena business plan bisa membantu Anda membuat keputusan efisien dan strategis. Insya Allah, bisnis pun bisa berjalan dengan lancar nantinya.

Mengutip laman The Hartford, beberapa manfaat business plan diantaranya adalah:

  1. Membantu Anda dalam mengenali potensi kelemahan usaha.
  2. Membantu Anda dalam mengkomunikasikan ide usaha pada pemangku kepentingan (stakeholders).
  3. Mengelola informasi penting terkait bisnis Anda.
  4. Membantu Anda dalam menemukan orang yang tepat untuk diajak bekerjasama.

5. Melakukan Studi Kelayakan Bisnis

Sebelum melakukan aksi nyata (action), sebaiknya Anda melakukan studi kelayakan bisnis. Studi kelayakan bisnis ini penting untuk mengetahui apakah bisnis tersebut layak dilanjutkan.

Melalui studi kelayakan bisnis, Anda bisa melihat resiko apa saja yang perlu diantisipasi serta bisa mengidentifikasi kerugian sebelum Anda menjalankan bisnis tersebut.  Anda juga lebih mudah dalam menyesuaikan strategi bisnis.

6. Jalankan Strategi dan Evaluasi Secara Rutin

Jika sudah, selanjutnya Anda bisa mulai menjalankan strategi bisnis. Namun, sebaiknya hal ini juga diikuti dengan evaluasi rutin. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah yang Anda lakukan sejauh ini sudah benar atau belum.

Anda juga bisa menyesuaikan strategi agar bisnis berjalan lebih efisien. Tanpa evaluasi rutin, Anda sulit mengetahui adanya kesalahan pada sistem bisnis yang sedang berjalan. Kalau dibiarkan, hal ini tentu bisa membahayakan kelangsungan usaha Anda.

7. Tingkatkan Mutu Produk dan Customer Experience Secara Berkala

Cara memulai bisnis dari nol tidak sampai disitu, ada lagi yang tak boleh Anda lewatkan. Apa itu? Meningkatkan kualitas produk dan customer experience secara berkala.

Jika konsumen merasa puas dengan kualitas produk Anda, tentu konsumen mau kembali lagi dan lagi, bukan? Kalaupun tidak, biasanya mereka akan mempromosikannya kepada keluarga, teman, bahkan promosi di media sosial!

Apabila dibarengi dengan peningkatan customer experience, tentu dampaknya bisa lebih signifikan. Sebab, kualitas produk saja tidak cukup untuk mempertahankan konsumen.

Itulah beberapa cara memulai bisnis dari nol. Jika nanti sudah berkembang, Anda sebaiknya mengurus legalitas usaha Anda. Caranya dengan mendaftarkan bisnis ke pihak yang berwenang, mengurus lisensi dan izin yang diperlukan (misalnya sertifikat halal, dan sebagainya) dan mendapatkan nomor ID pajak (tax ID number).

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa save dan share ya. Selamat mencoba!

Tifani Mifta

A versatile SEO Copywriter who loves to share valuable information related to business, education, tips, and SEO.