Macam-Macam Bangun Datar dan Contoh Soal Bangun Datar Hargabelanja.com

Perhatikan benda di sekitarmu, ada yang bentuknya kotak, lingkaran hingga segitiga. Bervariatif, bukan? Itu adalah contoh dari bangun datar. Yuk kenali lebih jauh nama-nama bangun datar tersebut beserta rumusnya. Tetapi agar lebih memahami materi ini, kamu juga perlu mengerjakan contoh soal bangun datar yang tersedia di setiap sub bahasan ya. 

Kenapa sih harus mengerjakan soal latihan? Karena dengan berlatih soal maka kamu bisa mengetes seberapa baik pemahamanmu tentang materi bangun datar. Selain itu, kamu juga dapat mengasah kemampuanmu dalam menyelesaikan persoalan aplikatif. Baiklah, yuk kita mulai!

Ragam Jenis Bangun Datar: Mulai Dari Rumus Hingga Contoh Soal Bangun Datar 

Macam-Macam Bangun Datar dan Contoh Soal Bangun Datar

Segiempat (Persegi)

Segiempat atau persegi merupakan bangun datar yang memiliki empat sisi berukuran sama panjang. Bangun datar ini memiliki 4 simetri lipat, 4 titik sudut dan 4 simetri putar. Selain itu, sisi-sisinya saling tegak lurus sehingga membentuk 4 sudut siku-siku yang sama besar, yakni 90 derajat. 

Rumus

Luas (L) = s x s 

Keliling (K) = 4s

Catatan:

s = sisi

Contoh Soal Bangun Datar : Segiempat

Baki menggambar sebuah persegi ABCD. Jika panjang sisi kanannya adalah 5 cm maka berapakah luas dan keliling persegi tersebut?

Pembahasan:

Perlu diketahui, semua sisi pada persegi memiliki ukuran sama panjang. Oleh karena itu, luas dan keliling persegi adalah:

L = 5 x 5 

L = 25 cm^2

K = 4 x 5 = 20 cm 

Jadi, luas dan keliling persegi tersebut adalah 25 cm persegi dan 20 cm.

 

2. Jika sebuah persegi memiliki luas 25 cm^2, maka berapakah kelilingnya?

Pembahasan:

L = s x s = s^2

25 = s^2

√25 = s

5 = s

Karena panjang sisi persegi adalah 5 cm maka kelilingnya adalah:

K = 4s

K = 4 x 5 = 20 cm.

Jadi, keliling persegi tersebut adalah 20 cm. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini.

Persegi Panjang

Berbeda dari persegi, persegi panjang memiliki sisi yang tidak sama panjang. Hanya sisi – sisi yang saling berhadapan saja yang memiliki ukuran sama panjang, contohnya sisi kanan dan sisi kiri. 

Bangun datar ini mempunyai 2 sumbu simetri lipat, 4 titik sudut dan sumbu simetri putar tingkat dua. Simetri putar tingkat dua maksudnya persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan tepat sebanyak 2 kali. 

Rumus

Luas (L) = p x l 

Keliling (K) = 2(p + l)

Catatan:

p = panjang

l = lebar

Contoh Soal Bangun Datar : Persegi Panjang

1.Terdapat sebuah benda berbentuk persegi panjang. Jika panjang dan lebarnya adalah 18 cm dan 7 cm, maka berapakah keliling dan luas benda tersebut?

Pembahasan:

Perhatikan bahwa benda tersebut berbentuk persegi panjang dengan panjang 18 cm dan lebar 7 cm. Dengan demikian, maka kelilingnya adalah:

K = 2(p + l) 

K = 2(18 + 7) = 2 x 25 = 50 cm

Selanjutnya, untuk menghitung luas gunakan rumus berikut. 

L = p x l 

L = 18 x 7 = 126 cm^2 

Jadi, keliling dan luas benda yang berbentuk persegi panjang tersebut adalah 50 cm dan 126 cm persegi. 

 

2.Baki membeli handphone berbentuk persegi panjang. Handphone tersebut mempunyai lebar 5 cm. Jika panjang handphone adalah 6 cm maka berapakah luas handphone tersebut?

Pembahasan:

Seperti yang tertera di soal bahwa panjang dan lebar handphone adalah 6 cm dan 5 cm. Jadi, luasnya adalah:

L = p x l 

L = 6 x 5 = 30 cm^2

Maka, luas handphone tersebut adalah 30 cm persegi. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini.

Segitiga

Tak seperti persegi dan persegi panjang, segitiga hanya memiliki 3 sisi. Tetapi, segitiga terbagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya ada segitiga siku-siku, segitiga lancip, segitiga tumpul, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki dan segitiga sembarang.

Segitiga siku-siku memiliki sisi yang membentuk sudut 90 derajat. Sementara, segitiga lancip memiliki sudut kurang dari 90 derajat. Sebaliknya, segitiga tumpul memiliki sudut lebih dari 90 derajat.

Adapun, segitiga sama sisi merupakan julukan untuk segitiga yang semua sisinya sama panjang. Sementara, segitiga sama kaki merupakan segitiga yang memiliki 2 sisi sama panjang, sedangkan sisi lainnya tidak. Adapun, segitiga sembarang memiliki panjang sisi dan sudut yang tidak sama.

Rumus

Luas (L) = a x t : 2

Keliling (K) = s + s + s = 3s

Catatan:

a = alas

t = tinggi 

s = sisi segitiga

Contoh Soal Bangun Datar : Segitiga

1.Sebuah segitiga lancip memiliki alas 10 cm. Jika tinggi segitiga tersebut adalah 8 cm maka berapakah luasnya?

Pembahasan:

Segitiga tersebut memiliki alas 10 cm dan tinggi 8 cm, maka luasnya adalah:

L = a x t : 2 

L = 10 x 8 : 2 = 40 cm^2 

Jadi, luas segitiga tersebut adalah 40 cm persegi. 

 

2.Terdapat segitiga siku-siku dengan tinggi 25 cm. Jika panjang alas segitiga adalah 20 cm maka berapakah luas segitiga tersebut?

Pembahasan:

Diketahui bahwasanya tinggi segitiga 25 cm, lalu panjang alasnya 20 cm. Untuk menghitung luasnya, maka bisa menggunakan cara yang sama seperti pada nomor 1, yakni:

L = a x t : 2

L = 20 x 25 : 2 = 250 cm^2

Jadi, luas segitiga siku-siku tersebut adalah 250 cm persegi. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini. 

Jajar Genjang

Bangun datar yang satu ini bernama jajar genjang. Sekilas, jajar genjang memiliki tampilan yang unik karena kedua sisinya miring. Tetapi bukan hanya unik, bangun datar ini juga memiliki fakta menarik. 

Jajar genjang memiliki 2 pasang sudut yang sama besar dengan sudut didepannya. Selain itu, dua pasang sisinya sama panjang. Kemudian, bangun datar ini juga memiliki 2 diagonal  yang berpotongan dalam sebuah titik dan saling membagi 2 bagian sama panjang. 

Rumus

Luas (L) = a x t 

Keliling (K) = 2(AB + BC)

Contoh Soal Bangun Datar : Jajar Genjang

1.Bu Guru menggambar sebuah jajargenjang di papan tulis. Kemudian, menuliskan keterangan alas = 28 cm. Jika tinggi jajar genjang tersebut adalah 14 cm maka berapakah luasnya?

Pembahasan

Untuk menghitung luas jajargenjang maka bisa melalui cara berikut. 

L = a x t 

Karena alas = 28 cm dan tinggi = 14 cm maka:

L = 28 x 14 

L = 392 cm^2 

Jadi, luas jajargenjang tersebut adalah 392 cm persegi. 

 

2.Sebuah jajargenjang memiliki alas berukuran 8 cm. Sementara itu, sisi miringnya adalah 6 cm. Jika tingginya adalah 5 cm maka berapakah keliling dan luas jajargenjang tersebut?

Pembahasan:

Perhatikan bahwa alas jajargenjang = 8 cm, sisi miringnya = 6 cm dan tingginya 5 cm. Maka keliling jajargenjang adalah:

K = 2(AB + BC)

K = 2(alas + sisi miring)

Masukkan nilainya maka:

K = 2(8 + 6)

K = 2 x 14 = 28 cm 

Kemudian, hitung luasnya menggunakan rumus berikut. 

L = a x t 

L = 8 x 5 = 40 cm^2

Jadi, keliling dan luas jajargenjang tersebut adalah 28 cm dan 40 cm persegi. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini. 

Trapesium 

Tak kalah unik dari bangun datar sebelumnya, yakni trapesium. Trapesium merupakan gabungan dari segiempat dan segitiga. Sisi atas dan bawahnya sejajar, sementara sisi lain yang tidak sejajar dinamakan kaki atau sisi lateral. 

Secara umum, trapesium terbagi menjadi 3 jenis, yakni trapesium siku-siku, sama kaki dan sembarang. Tipe pertama (siku-siku) memiliki 2 sudut siku-siku (90 derajat). Sementara, tipe kedua (sama kaki) memiliki dua sisi yang sama panjang. Adapun, tipe ketiga (sembarang) memiliki 4 sisi yang tidak sama panjang.

Rumus

L = (A + B) x t : 2

K = AB + BC + CD + AD

Catatan: 

A = sisi atas

B = sisi bawah (alas)

t = tinggi

Contoh Soal Bangun Datar : Trapesium

1. Sebuah trapesium memiliki sisi sejajar dengan panjang 12 cm dan 8 cm. Jika tinggi trapesium adalah 5 cm maka berapakah luas trapesium tersebut?

Pembahasan:

Seperti yang tertera di soal bahwa sisi sejajar trapesium memiliki panjang 12 cm dan 8 cm. Sementara itu, tingginya adalah 5 cm. Dengan demikian, maka luas dan keliling trapesium adalah:

L = (A + B) x t : 2

L = (8 + 12) x 5 : 2 = 20 x 5 : 2 = 50 cm^2

Jadi, luas trapesium tersebut adalah 50 cm persegi. 

 

2. Baki memegang benda berbentuk trapesium. Jika panjang sisi trapesium adalah 6 cm, 4 cm, 5 cm dan 3 cm, maka berapakah keliling trapesium tersebut?

Pembahasan:

Untuk meyelesaikan soal ini maka kamu bisa menggunakan rumus berikut. 

K = AB + BC + CD + AD

Masukkan nilainya maka:
K = 6 + 4 + 5 + 3

K = 18 cm 

Jadi, keliling trapesium tersebut adalah 18 cm. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini. 

Belah Ketupat 

Sekilas belah ketupat terlihat seperti persegi, namun sebenarnya belah ketupat terdiri dari dua segitiga sama kaki yang kongruen lho. Keempat sisi belah ketupat memiliki ukuran yang sama panjang. Meski begitu, belah ketupat memiliki 2 diagonal yang panjangnya berbeda. 

Rumus

L = d1 x d2 : 2

K = 4s

Catatan: 

d1 = diagonal 1

d2 = diagonal 2

s = sisi belah ketupat

Contoh Soal Bangun Datar : Belah Ketupat

Jika sebuah belah ketupat ABCD memiliki panjang AB (4x – 8) cm dan panjang BC (96 – 4x) cm, maka berapakah nilai x dan keliling belah ketupat tersebut?

Pembahasan:

Semua sisi belah ketupat memiliki ukuran yang sama panjang, sehingga:

AB = BC

4x – 8 = 96 – 4x

Pindah ruas:

4x + 4x = 96 + 8 

8x = 104

x = 104 : 8 = 13 

Karena x = 13 maka AB:

AB = 4x – 8 

AB = 4(13) – 8 = 52 – 8 = 44 cm

Jika AB = 44 cm maka BC, CD, DA juga sama, yakni 44 cm. Maka, keliling belah ketupat tersebut adalah:

K = 4s

K = 4 x 44 = 176 cm

Jadi, keliling belah ketupat tersebut adalah 176 cm. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini.

Layang-Layang

Meski terlihat mirip, namun layang-layang tidak sama dengan belah ketupat. Itu karena tidak semua sisi pada layang-layang sama panjang. Jika diperhatikan, dua sisi layang-layang ukurannya lebih pendek daripada dua sisi lainnya. Jadi, jangan keliru membedakan layang-layang dan belah ketupat ya.

Rumus

Luas (L) = d1 x d2 : 2

Keliling (K) = a + b + c + d

Catatan: 

d1 = diagonal 1

d2 = diagonal 2

a, b, c , d = keempat sisi layang-layang

Contoh Soal Bangun Datar : Layang-Layang

Sebuah layang-layang memiliki panjang diagonal 1 = 10 cm dan diagonal 2 = 8 cm, maka berapakah luas layang-layang tersebut?

Pembahasan:

Untuk menghitung luas layang-layang maka kamu bisa menggunakan rumus berikut. 

L = d1 x d2 : 2 

Masukkan nilainya:

L = 10 x 8 : 2 

L = 40 cm^2 

Jadi, luas layang-layang tersebut adalah 40 cm persegi. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini. 

Lingkaran

Lingkaran memiliki bentuk paling berbeda dari bangun datar lainnya. 

Rumus

rumus luas dan keliling lingkaran dalam artikel macam-macam dan contoh soal bangun datar

Catatan:

π = 22/7 atau 3,14

r = jari-jari lingkaran

d = diameter 

Contoh Soal Bangun Datar : Lingkaran

Baki memotong kain hingga membentuk lingkaran, kemudian ia mengukur jari-jari lingkaran tersebut. Jika jari-jarinya adalah 28 cm maka berapakah luas potongan kain tersebut?

Pembahasan:

Luas potongan kain = luas lingkaran

Maka kamu dapat menghitung luas potongan kain menggunakan rumus luas lingkaran sebagai berikut.
L = π x r^2 

Masukkan nilainya sehingga:

L = 22/7 x 28 x 28 

L = 22 x 4 x 28 = 88 x 28 = 2.464 cm^2

Jadi, luas potongan kain berbentuk lingkaran tersebut adalah 2.464 cm persegi. Untuk contoh soal lainnya, silakan klik disini.

Pertanyaan di atas menjadi penutup artikel ini. Selamat ya, kamu sudah belajar macam-macam bangun datar, mulai dari rumus hingga contoh soalnya. Agar lebih memahami materi, maka kamu harus banyak membaca dan menyelesaikan latihan soal. Yuk, lebih giat lagi belajarnya!

Tifani Mifta

A versatile SEO Copywriter who loves to share valuable information related to business, education, tips, and SEO.